Sabtu, 07 November 2020

Seberapa Pentingkah Peringatan Bulan Bahasa dan Sastra Indonesia Di SMK Bangun Bangsa Mandiri Kandanghaur?

Juara Kedua Lomba Menulis Artikel Bulan Bahasa dan Sastra Indonesia (Kategori Kelompok) SMK Bangun Bangsa Mandiri Kandanghaur Tahun 2020

Ditulis oleh: Shela Enjelika, Putri Winenti, Angelica A. Putri, Neng Kuliah, dan Novia Fitriani

 

Apakah kalian tahu apa itu bulan bahasa? Kapan bulan bahasa itu ditetapkan? Mungkin, dikalangan masyarakat biasa bulan bahasa masih terdengar asing, tetapi berbeda halnya bagi para jurnalis atau orang yang berkecimpung di dunia bahasa. Hal tersebut sudah terdengar sangat familiar. Menurut sebuah narasumber, bulan bahasa adalah bulan yang bertujuan untuk mengenalkan kita kepada sastra bahasa Indonesia. Seperti tergambar pada latarbelakang pencetusannya, pada hari Sumpah Pemuda yang terbentuk di bulan Oktober tepatnya pada tanggal 28 oktober 1928. Dimana bulan bahasa mulai diterapkan berdasarkan perjuangan pemuda Indonesia seperti yang tertuang di dalam isi Sumpah Pemuda sendiri bahwa bahasa Indonesia dijunjung tinggi sebagai bahasa persatuan yang mempersatukan bangsa Indonesia. Hal tersebutlah membuat Bulan Oktober ditetapkan sebagai Bulan Bahasa dan Sastra Indonesia. Ada banyak keistimewaan bulan bahasa, jika diuraikan satu persatu tidak akan ada habisnya. Salah satu keistimewaannya adalah dimana kita bisa tahu tentang jenis sastra Indonesia, siapa yang menjadi sastrawan dan sastrawanita di Indonesia hal tersebut dapat kita pelajari dari bulan bahasa ini.

Bagi para jurnalis muda yang baru menggeluti dunia sastra, butuh banyak masukan dan ilmu yang harus mereka pelajari hingga mampu menjadi sastrawan dan sastrawanita dunia. Namun kebanyakan orang berpikir bahwa menjadi seorang jurnalis itu sulit dan membosankankan. Tapi pada kenyataannya menjadi seorang jurnalis itu mudah dan menyenangkan. Selain banyak mendapatkan teman juga banyak mendapatkan ilmu juga pengetahuan lebih jauh dari sebelumnya.




Ilmu menulis tersebut bisa kita dapat melalui kegiatan seminar yang diadakan sebagai salah satu bentuk peringatan bulan bahasa. Apalagi untuk sekarang bulan bahasa sudah banyak diperingati di sekolah-sekolah, baik di tingkat menengah  maupun perkuliahan. Salah satu contohnya di SMK Bangun Bangsa Mandiri Kandanghaur. Kegiatan seminar bulan bahasa diadakan pada tanggal 8 Oktober 2020, diikuti oleh kurang lebih 20 peserta dari berbagai tingkatan dan jurusan. Selain itu, kegiatan seminar juga dihadiri oleh Narasumber Ibu Zahra Amin selaku Direktur Media Mubadalah. Kegiatan seminar tersebut diselenggarakan guna memperingati Bulan Bahasa dan Sastra Indonesia, dengan mengusung tema “Meningkatkan Pemahaman dan Pengetahuan Teknologi Melalui Literasi Digital” dengan harapan kegiatan yang dilaksanakan ini dapat menjadikan siswa-siswi SMK Bangun Bangsa Mandiri Kandanghaur sebagai pengguna teknologi yang cerdas serta dapat memilah mana informasi yang benar sesuai fakta dan mana yang hanya karangan belaka.



Pada seminar tersebut, peserta belajar tentang bagaimana cara agar menyukai kegiatan tulis menulis, menjadi jurnalis yang kompeten dan profesional, dan mengenalkan cara penulisan yang baik dan benar. Baik dari tata penulisan maupun tata bahasa, dari mulai pengenalan tanda baca, penempatan kata yang baik serta penulisan EYD yang benar.




Seluruh peserta juga dikenalkan dengan sebuah komunitas/organisasi Mubadalah. Mubadalah adalah sebuah komunitas yang berisi tentang konten-konten islam, ilmu tafsir dan hal-hal yang positif untuk dibaca oleh orang lain. Selain itu, terdiri juga dari orang-orang yang ingin dan benar-benar menyukai tentang sastra bahasa. Komunitas ini sangat terbuka untuk umum. Siapa pun yang menbutuhkan kritik dan saran tentang bagaimana cara menulis yang benar, membuat artikel yang baik, membuat puisi dan masih banyak lagi dapat kita sampaikan dalam komunitas tersebut.




Melihat dan mengikuti kegiatan seminar bulan bahasa di SMK Bangun Bangsa Mandiri, kita akan tahu dan sadar bahwa sebenarnya peringatan bulan bahasa sangatlah penting. Selain sebagai bentuk cara menumbuhkan rasa cinta kita terhadap bahasa Indonesia juga sebagai bahan pembelajar terkhususnya untuk para siswa. Sehingga, kita akan menyadari bahwa bulan bahasa tidak hanya penting bagi para jurnalis muda saja tetapi untuk semua kalangan masyarakat.

Jumat, 06 November 2020

NEGERI YANG KITA CINTA

Indonesia,

Kita terlahir di negeri ini

 Menjadi anak bangsa Indonesia

Yang berdiri tegap

Menghadap sang saka

Yang bersatu dengan bahasa

Bahasa Indonesia

Namun, masih banyak anak bangsa yang tak cinta

Dengan bahasa pribumi kita

Menggunakan kata yang salah

Bahkan tak turut bangga

Meski belajar tidaklah mudah

Marilah kita cintai negeri kita

Cintai bahasa Indonesia

Dengan niat pantang menyerah

Memperbaiki penggunaan bahasa

Demi negeri yang kita cinta

Ayolah anak bangsa!

Jadilah panutan untuk semua orang

Menjunjung tinggi bahasa persatuan


Karya Hermawatiningsih

Media Sosial, Sarana Tindak Kejahatan Yang Bersembunyi di Balik Topeng Anonim

Media sosial adalah sebuah media online, dengan para penggunanya bisa dengan mudah berpartisipasi, berbagi, mengungkapkan pendapat, kritik dan saran kepada suatu lembaga atau perseorangan. Media sosial juga dapat digunakan untuk mencurahkan perasaan penggunanya terkait dengan kehidupan sehari-hari yang mereka jalani. Sebut saja facebook, twitter dan instagram adalah sebuah bentuk media sosial yang paling banyak digunakan oleh masyarakat Indonesia untuk berbagi kepada khalayak ramai.

Semakin banyak pengguna media sosial di Indonesia, berdampak pula pada perubahan akhlak dan budaya ketika bersosialisasi di depan publik. Orang-orang bebas menyuarakan pendapatnya ke depan publik melalui jejaring sosial. Mereka tidak peduli dengan apa yang mereka sampaikan, apakah menyinggung pihak tertentu atau tidak. Bahkan, ada yang secara sengaja melakukan tindak kejahatan seperti penyebaran hoax, penyerangan bahkan perundungan terhadap lembaga ataupun perseorangan. Tapi mirisnya, orang-orang yang melakukan hal buruk tersebut menggunakan akun-akun anonim atau palsu.

Tidak hanya itu, marak berita yang beredar bahwa akun-akun anonim tindak kejahatan seperti perundungan banyak dilakukan oleh seorang pelajar. Seorang pelajar yang mayoritasnya diberikan didikan budi pekerti di sekolah, mampu melakukan hal seperti itu. Bahkan, baru-baru ini media sosial Tik Tok menjadi ajang sebagian orang untuk mengekspresikan perasaanya, terutama kalangan pelajar. Bagi pelajar yang menggunakan media sosial tidak dengan bijak akan dapat meruntuhkan akhlak yang dimilikinya.

Jika melihat dari sisi positifnya, media sosial dapat memperluas jaringan pertemanan. Menggunakan jejaring sosial, kita bisa berkomunikasi dengan siapa saja, bahkan dengan orang yang belum kita kenal sekalipun dari berbagai penjuru dunia. Situs jejaring sosial pun membuat anak dan remaja menjadi lebih bersahabat, perhatian, dan empati.

 

Ditulis oleh Wisnu Ade Putra

 

MIMPI INDAH

Akhirnya tiba juga pada situasi yang telah lama diimpikan oleh Rey untuk mengutarakan perasaannya yang sudah ia pendam selama setahun kepada Jelita. Jelita adalah teman sekelas Rey. Rey sudah naksir Jelita, semenjak ia kelas 1 SMK. Pada saat itu Rey masih belum memikirkan dan tertarik pada seorang wanita. Saat itu pikiran Rey adalah belajar dan belajar.

Namun setelah berjumpa dengan Jelita dan mulai mengenalnya, Rey mulai goyah pada tujuan utamanya yaitu belajar dengan sebaik mungkin di SMK. Rey perlahan-lahan mulai memiliki perasaan suka kepada Jelita, ketika mereka berdua mengerjakan tugas sekolah bersama.

Setahun berselang, perasaan Rey kepada Jelita masih tetap sama. Namun Rey masih takut untuk mengutarakan perasaannya tersebut, dikarenakan dia minder dengan fisiknya. Sebenarnya Rey memiliki wajah yang biasa-biasa saja tidak memiliki hal yang sangat spesial ataupun dibilang ganteng. Karena hal tersebut Rey menjadi ragu dan takut untuk mengutarakan perasaannya.

Namun tak disangka-sangka akhirnya tiba juga situasi dan suasana yang sangat mendukung untuk Rey mengutarakan perasaannya. Pada saat itu Rey dan Jelita sedang mengikuti kegiatan kemah terpadu yang diselenggarakan oleh sekolahnya. Walaupun masih dalam situasi pandemi yang terus naik, sekolahnya tetap menyelenggarakan program tahunan tersebut, dengan menerapkan protokol kesehatan seperti menggunakan masker dan mencuci tangan menggunakan sabun dan hand sanitizer.

Pada malam terakhir perkemahan, tepatnya pada malam api unggun. Rey melihat peluang untuk mengungkapkan perasaannya. Maka disusunlah rencana yang sangat mendadak, Rey meminta bantuan kepada teman perempuan Jelita, yaitu Dewi untuk mengajak Jelita ke belakang tenda. Di situlah Rey akan menembak Jelita.

Saat Dewi sedang mengajak Jelita ke belakang tenda. Rey sedang berlatih menyusun kata-kata yang akan dia sampaikan untuk kepada Jelita, dengan sebuah puisi singkat namun manis yang telah dibuatnya secara mendadak.

“Api itu merah, Malam itu gelap. Maka biarkanlah aku menjadi Lentera merah, untuk menerangi gelapnya palung-palung dalam di hatimu...” Ucap Rey berlatih membacakan puisi dadakannya tersebut.

Tibalah Jelita dihantar oleh temannya Dewi untuk menemui Rey.

“Hai Rey! Ada apa kau memanggilku kemari?” Jelita bertanya-tanya.

 “Sebelumnya aku minta maaf Jelita, aku mengajak kamu kesini untuk membicarakan sesuatu yang penting kepadamu. Tapi sebelum itu aku mau membacakan puisi singkat kepadamu. Bolehkan?”

“Boleh-boleh aja sih, tapi jangan lama-lama ya nanti ketahuan Kakak pembina gimana?” Jawab Jelita dengan kekhawatiran di wajahnya.

“Tenang aja kok, ga bakal lama.” Rey tersenyum manis menenangkan Jelita. “Oke, aku mulai ya.” Ucap Rey bersemangat.

...

Malam ini begitu sepi dan sunyi

walaupun terdapat api unggun yang menyala

Yang memancarkan kehangatan dan ketenangan

Namun semua itu belum cukup untuk menghilangkan kesunyian

Jika api itu merah, dan malam itu gelap

Maka biarkanlah aku menjadi lentera merah

Untuk menerangi gelapnya palung-palung dalam, di hatimu.

Jika merahnya cintaku padamu belum cukup

maka bantulah aku untuk memadamkan api ini

...

Rey selesai membacakan puisinya.

“Maksudnya gimana Rey, aku masih engga ngerti?” Jelita mengerutkan keningnya, mencoba memahami apa yang disampaikan Rey melalui puisinya.

“Ng.... Singkatnya aku mencintaimu.” Terang Rey kemudian. “Tapi... jika memang kamu tidak menyukaiku, maka tolonglah berhenti memberi harapan kepadaku.” Jelas Rey dengan mantap.

“Aduh gimana ini Rey, aku sebenarnya emang suka sama kamu tapi aku masih ragu untuk menjalin hubungan lagi.” Jelita sedikit berpikir keras.

“Jadi gimana? Iya atau tidak?.” Tegas Rey dengan ekspresi serius.

“Mungkin jawabannya IYA, Rey.” Jawab Jelita, dengan aksen tegas di kata “Iya”. Wajah cantiknya tersipu merah.

 “Really?! Kamu yakin?!.” Rey sumringah, tak percaya.

“Aku yakin Rey, soalnya aku emang udah lama suka sama kamu. Tapi aku bingung dan ragu untuk ungkapin perasaan aku ke kamu.” Jelas Jelita

“Apa?! Jadi sekarang kita resmi berpacaran? Jadi sekarang kamu adalah pacar ku?!” Rey mengeraskan suaranya dengan nada senang.

Suara Rey tersebut mengundang perhatian Kakak Pembina yang sedang berpatroli dari tenda ke tenda. Rey dan Jelita yang sedang berduaan terlihat oleh sepasang mata sang kakak pembina.

“Hey kalian berdua, sedang ngapain?!” teriak Kakak pembina  tersebut membuat keduanya tersentak.

Rey kebingungan, sampai-sampai dia secepat kilat membuka matanya, terbangun dari mimpinya. Dia mengatur nafas dan mendapati dirinya terbangun di depan komputernya sendiri, dengan monitor yang menyala.

 

“Sebuah mimpi?” Gumam Rey pelan, mengusap wajahnya sendiri.

 

 

-            End.

 

Karya Wisnu Ade Putra

KEJUTAN

Sehari sebelum ulang tahunnya, saya meminta bantuan kepada teman-teman untuk mempersiapkan kejutan kecil saat ulang tahunnya. Kebetulan, dia sangat menyukai boneka stitch. Tanpa pikir panjang, aku berpikir untuk menghadiahkan itu untuknya. Aku meminta tolong teman dekatnya untuk membelikan boneka tersebut, sementara aku dan yang lain menyusun strategi bagaimana caranya agar kejutan itu menjadi kenangan manis untuknya. Berbekal uang yang seadanya, aku akhirnya berhasil membelikan kado serta mempersiapkan kejutan kecil.

Hari itu, tepat hari ulang tahunnya. Rencana yang telah aku dan teman-teman susun kemarin akan kami jalankan hari ini. Sebuah prank. Iya prank, aku akan berpura-pura untuk tidak ingat hari ulang tahunnya seharian penuh. Hahaha!

Berhasil. Aku membuatnya kesal bahkan marah dengan sikap cuek dan masa bodoku seharian itu. Aku kemudian melancarkan aksiku. Malam hari, aku menyambangi rumahnya. Bermaksud untuk meminta maaf dan mengucapkan selamat ulang tahun, tentunya.

Aku mengetuk pintu rumahnya pelan. Aku terkejut, aku pikir dibalik pintu itu adalah ibunya, seperti biasa ketika aku mengunjungi rumahnya. Namun ternyata dia, pemilik senyum terindah. Aku tersnyum namun dibalas ekspresi masih kesal diwajahnya. Aku sadar, ada sedikit rasa kaku diantara kita. Aku terus tersenyum tanpa rasa bersalah, kemudian memperlihatkan sesuatu yang ku bawa.

Dia tersenyum sumringah. Wajah merah kesalnya hilang sudah terganti dengan senyum manis yang selalu ku rindukan.

“Selamat ulang tahun...” Ucapku pelan sembari mengulurkan hadiah untuknya. Sesuatu kesukaannya. Boneka stitch.

“Ya Tuhan...! Aku kira kamu lupa hari ulang tahunku.” Katanya dengan mata yang berkaca-kaca. Dia menyambut senang hadiah itu.

“Kamu orang spesial untukku, mana mungkin aku lupa dengan hari ulang tahunmu.” Jawabku pelan.

“Terima kasih, meski menyebalkan seharian ini tapi aku suka kejutannya...” Ucapnya pelan sembari memeuk erat boneka pemberianku.

 

-          End.

 

Karya Ahmad Alfarizi

R E N D A H

Tetes demi tetes keringat mengalir dari dahinya yang mulai keriput. Rambutnya yang mulai beruban tanda masa hidupnya sudah cukup lama. Namun sampai umurnya yang tak lagi muda ini, sebut saja Pak Imin. Tidak pernah mengalami rasanya tidur di atas kasur yang empuk, dan tidak pernah mengalami nikmatnya mandi di bawah guyuran air shower.

Pak Imin telah ditinggal mati oleh istrinya yang meninggal pada umur 50 tahun, Pak Imin juga sudah ditinggal pergi oleh anak-anaknya yang sudah berkeluarga semua. Hanya gubuk reyot yang menjadi tempat bernaungnya. Pekerjaan Pak Imin saat ini adalah buruh tani yang penghasilannya tidak menentu. Disaat orang-orang seusianya seharusnya sedang duduk manis menikmati masa tua, ia malah masih berjuang untuk menghidupi dirinya sendiri.

Terkadang orang-orang sekitarnya merasa iba akan nasib yang Pak Imin alami. Tak sedikit pula orang-orang disekitarnya memberi makan ataupun uang untuknya membeli bahan-bahan pokok. Namun Pak Imin selalu bersyukur akan pemberian oleh orang-orang disekitarnya, ia tak pernah menyerah.

Namun adakalanya dia menyesali nasibnya tersebut. Karena disaat remaja dulu Pak Imin lebih mementingkan putus sekolah ketimbang melanjutkan sekolahnya, dikarenakan kemiskinan yang telah ia alami, memaksanya untuk putus dari sekolah. Kini ia hanya merasa rendah karena pilihannya dulu ternyata mengantarkannya kepada penderitaan dan kemiskinan yang berlarut-larut..

 

-                 End.


Karya Wisnu Ade Putra

KIAT MENJADI SEORANG PENULIS

Juara Pertama Lomba Menulis Artikel Bulan Bahasa dan Sastra Indonesia (Kategori Kelompok) SMK Bangun Bangsa Mandiri Kandanghaur Tahun 2020

Ditulis oleh: Ida Varihani, Wisnasari dan Karinah

Tema: Meningkatkan Pemahaman Dan Pengetahuan Teknologi Melalui Literasi Digital

Narasumber: Zahra Amin (Direktur Media Mubadalah)

 

    Sastra dapat  dikatakan sebuah cara menghaluskan budi pekerti kita, dengan sastra bisa menuntun dan mengarahkan kita ke jalan lebih baik lagi untuk menjadi penulis. Menjadi seorang penulis yang baik dengan ide cemerlang serta menghasilkan karya yang diminati banyak orang, tentunya tidaklah mudah. Ada beberapa hal yang harus kita perhatikan untuk menjadi seorang penulis seperti itu, diantaranya adalah:


1.      Menjadi Diri Sendiri

Hal yang kita semua harus lakukan sebagai seorang penulis adalah menjadi diri kita sendiri dulu. Pertama, kita tentukan tema dan topik yang ingin kita tulis agar lebih mudah untuk membuat tulisan seperti apapun kemudian buah pemikiran kita dituangkan ke dalam sebuah buku. Setelah itu tuliskan semua kata-kata yang sudah ada di pikiran kita agar kita merasa puas dengan tulisan kita sendiri. Kita pun dapat dengan bangga membuktikan tulisan kita kepada semua orang bahwa kita bisa mewujudkan keinginan kita menjadi seorang penulis yang hebat.


2.      Tanpa Nanti

Penyakit dasar seorang penulis adalah menantikan sebuah pekerjaan. Ketika ide sudah muncul di kepala biasanya ada beberapa penulis pemula yang akan membiarkan ide itu pergi begitu saja. Karena memunculkannya saja sudah sulit maka tuliskanlah sesegera mungkin ketika ide itu muncul dikepala. Jadi, jika kita sudah menemukan ide kenapa kita harus menunggu nanti untuk menulis? Sekarang kita bisa mengapa kita harus menunggu nanti? Jangan biarkan ide-ide yang sudah ada pergi begitu saja.

3.      Memiliki Komunitas

Banyak komunitas menulis yang ada di Indonesia, baik secara online maupun offline. Segera kembangkanlah bakat menulis kita jangan sampai harapan menjadi penulis itu gagal. Cobalah bergabung dengan komunitas penulis dan terus berusaha menjadi seorang penulis.

4.      Publikasi Tulisan

Sebuah tulisan harus dipubilkasikan, mengapa demikian? Ya, kita harus percaya pada diri kita sendiri bahwa tulisan yang telah dibuat telah dirasa sudah bagus. Jadi, lanjutkanlah kegiatan menulismu jangan berhenti di tengah jalan. Jika kita sudah merasa bahwa tulisan kita bagus, maka kita akan lebih semangat lagi untuk menulis hal lain yang lebih menarik. Hal tersebut dapat memotivasi kita agar mengembangkan bakat menulis lebih baik lagi.

5.      Menulis Dari Hati

          Mulailah menulis dari dalam lubuk hati kita sendiri. Curahkanlah segala sesuatu yang ada di dalam hati kita. Apapun masalahnya, curahkanlah hati kita ke dalam buku sebagai tulisan. Menumpahkan segala curhatan ke dalam buku lebih nyaman dibandingkan kita mencurahkannya kepada teman. Mengapa demikian? Karena jika melalui buku kita bisa melampiaskan segala masalah yang ada di hati menjadi tulisan atau sebuah pengalaman yang bisa kita baca lagi untuk intropeksi diri.

6.      Menentukan Topik Dan Tema

Saat menulis pasti kita akan bingung ingin menentukan judul  seperti apa. Sebelum kita menentukan judul, maka kita harus menentukan topik terlebih dahulu agar tulisanmu  bisa terarah. Ketika kita sudah bisa menentukan topik, kita  akan lebih mudah untuk menulis.

7.      Mengikuti Seminar

Banyak program seminar latihan menulis yang telah hadir. Seperti pada saat ini, kita hadir di acara seminar yang berkaitan dengan kegiatan menulis di SMK Bangun Bangsa Mandiri ini. Kegiatan ini membahas betapa pentingnya bagi para penulis untuk berlatih menulis agara tulisan bagus dan menyenangkan untuk di baca.

8.      Jadwal Rutin

Jika kamu bersungguh-sungguh ingin menjadi penulis, maka jangan lakukan hal-hal yang tidak berkaitan dengan menulis. Menulis harus muncul dari keinginan kita sendiri atau dari hobi. Hal tersebut itulah yang dapat membuat kita terlahir menjadi seorang penulis.

9.      Membaca

Membaca adalah hal penting yang bisa membangkitkan semangat dan memotivasi kita untuk menulis. Seperti yang sering kita dengar bahwa dengan membaca kita bisa membuka jendela ilmu. Jadi, betapa pentingnya membaca untuk meningkatkan gairah menulis.

10.  Simpati Dan Empati

Seorang penulis sebenarnya memiliki sifat yang sangat menyentuh dalam pekerjaannya. Seperti sifat simpati dan empati. Simpati adalah sebuah rasa yang hanya sekedar kasihan terhadap orang lain yang sedang kesulitan. Sedangkan empati adalah rasa kasihan yang tumbuh dari dalam hati kita sendiri namun kita sangat peduli terhadap orang-orang yang sedang kesulitan dan kita ingin membantunya. Kedua sifat tersebut adalah sifat yang dimiliki oleh seorang penulis. Kedua sifat tersebut menuntut seorang penulis untuk harus bisa berbaur dengan masyarakat dengan tingkatan yang berbeda-beda, pengetahuan yang berbeda, bahkan hingga kebudayaan yang berbeda.