Tampilkan postingan dengan label PUISI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PUISI. Tampilkan semua postingan

Rabu, 09 November 2022

 PERGI DALAM KENANGAN

Karya Terpilih: Khofifah

Saat waktu berputar-putar

Dalam hening perdamaian

Kubuka sebuah lembaran kenangan

Kulihat dan kubayang-bayang

Setelahnya, aku menangis...


Pergi dalam kenangan!

Mengiring langkah menuju kepergian

Menghapus jejak yang selama ini dipijak

Kupercaya kamu tak ingin pergi dariku

Tapi, aku percaya pada kebohonganmu

Kau hempaskan semua janji-janjimu

Sehingga diri ini tak hanya kau bohongi

Melainkan mengkhianati kepercayaanku ini


Kepergianku, bukanlah sebuah tragedi

Yang bisa kau mainkan sebagai komedi

Untukku yang mungkin tak bisa diperbaiki

Jangan harapkan kembali, jika melukainya lagi

Ketika hati ini sudah berkata hancur

Bagaimanapun tetap saja hancur


Kini aku, telah kau khianati

Dan perkataan yang tak sesuai, sering kau lakukan

Berbagai luka yang kau sakiti dan kau bohongi

Sudah saatnya aku mematikan seluruh harap

Padamu yang hanya berbuah pengkhianat

Kutinggalkan rasa ini dalam sebuah kenangan!

Selasa, 08 November 2022

 DUKA BULAN OKTOBER

Karya: Devyta

Andai saat itu aku mengetahui bahwa kau akan beranjak dari negeri fana ini

Mungkin aku akan memberikan separuh hatiku untuk menyelamatkan sukmamu

Dunia terus berputar sedangkan aku masih termenung dalam duka oktober

Bergumam pada rintik bulan oktober


Mempertanyakan mimpi yang hanya menjadi sebuah rentetan kalimat penghibur diri

Menggeluti makna janji yang membalut kesakralan bisunya bulan oktober

Mematung diam dalam celah kosong

Terpukul atas seluruh rasa yang dipikul


Bulan ini sebagai penanda bahwa kita menjadi cerita fana tentang rasa luka

Kamu yang meninggalkanku tanpa perduli rasa

Ku kira lara ku akan usai ternyata belum selesai

Ku kira duka ku akan berakhir ternyata belum akhir


Tak ada lagi harap untuk kembali

Antara dua manusia yang pernah saling mencinta

Membiarkan alur kisah yang pernah ada menjadi memori tentang rasa

Aku terjebak terlalu lama dalam benalu rasa

Sakit yang tak pernah menemukan penyelesaian


Aku selalu berusaha untuk merelakan agar mengerti

Bahwa bahagia tak harus berjalan bersama

Melewati fase kehilangan dengan begitu gigih

Sampai pada titik dimana ikhlas sudah ada.

 OKTOBER

Karya: Azzahra Putri N.A

Hujan terus turun bulan ini

Tragedi Bahkan terjadi

Isak tangis seorang ibu yang tak terkendali

Karena kehilangan buah hati


Sosok yang sudah dipercayai

Malah mengingkari NKRI

Apa yang sudah di sepakati

Malah memusuhi


Tetesan air hujan itu

Menandakan pilu

Awan yang berkelabu

Bukti sakral kala itu

Kamis, 24 Maret 2022

 

Malam yang sunyi

Oleh : Monika Ristanti

 

Dalam sunyinya malam,

Angin yang bergemilir,

Suara yang sunyi,

Langit yang menampakan cahaya,

Diantara gelapnya malam,

bulan nan indah.

 

Aku bersimpuh diatas Sajadah,

Bersujud berkatup bisu,

Tanpa disadari air mata membasahi pipi,

Yang jatuh tanpa aba-aba.

 

Terang

Oleh : Saa As Yesa Agista

 

Dahulu temaram,

Kami tak kenal terang,

Pun siang tak kunjung benderang,

Hingga pahlawan datang.

 

Adorasi pahlawan-pahlawan kami,

T'lah tuntun kami menuju padang cahaya,

Menitis kami dengan Asanya,

Tak kenal lelah.

 

Pendar asa dalam nadinya,

Tri Dharma dalam jantung nya,

Debarnya menyeru Harsa,

Dengan ilmunya kini kami terang.

 

Bunga sedap Malam

oleh : Nura's

 

Bunga malam itu kini mekar,

Nampak indah dibawah sinar,

Nampak sedih di kesendiriannya,

Karena hanya dia yang mekar.

 

Diwaktu malam, tak ada kumbang.

Diwaktu malam, tak ada kembang.

Dan diwaktu malam, tak ada orang.

Yang mengagumi dan memandang.

 

Titip salam pada malam

Oleh : Saa As Yesa Agista

 

Malam berbalut sepi,

dingin merayu hati,

cahaya bulan ikut menghiasi,

nuansa misteri yang menyelimuti.

 

hilang padang dalam mata,

bayangmu menepi diangkasa,

entah berapa lama engkau disana,

Hingga ku tak bisa meraihnya.

 

korbankan diri dalam ilusi,

hanya sekedar hilangkan rindu, 

yang sempat membelenggu,

membuang waktu bersama angin,

Yang terbang bebas sesuka hati.

 

pada malam kutitipkan salam,

adakah engkau merasakan,

rindu yg begitu mendalam?

 

Waktu

Oleh : Uchin as Putri Diana

 

banyak kisah yang telah aku lewati,

Namun tak pernah bisa ku lupakan dari memori.


Dalam detik ini,

Ingin ku selimuti,

Bayang-bayang sepi,

Hingga aku kehilangan bayangan mu.

Aku masih seperti kemarin,

Menanti dalam hening,

Namun tak tak pernah bergeming,

Menuju ke arah ku,


Entahlah.....

Mungkin aku harus berlalu,

Mengalah pada waktu,

Karena hadirku bagimu,

Hanya sebagai sosok semu.


Sekarang aku cukup berdiri disini,

Tanpa segala sesuatu tentang mu.

                                                                         Surya

Oleh : Az-Zahra

 

Dia serupa seperti bumi,

Namun mempunyai cahaya terang sendiri, 

Surya tak pernah mengeluh,

Tidak seperti bulan yang akan remang ketika bintang hilang, 

Surya hanya memperlihatkan bagaimana cahaya yang selalu dia bawa,

Sinarnya yang begitu menyilaukan mata,

Menyebar hingga kedasar bumi yang ada,

Surya tak pernah diajarkan mengeluh,

Dia hanya dituntut untuk bersinar,

Namun ada kalanya dia merasa letih,

Hingga pijar yang tercipta.

Surya telah kelah,

                                                                   Namun harus terus menyala

 

Sang pemilik surga

 

Sendiri ku disini,

Aku merindukan sosok itu,

Sang pemilik surga take lain ibu ku.

 

Kau selalu menjadi sekolah pertama untukKu,

Kau selalu mengajarkan ku

Untuk mengenal alam dan keindahan dunia.

 

Orang yang selalu mendampingi ku

Disaat aku sedang terluka,

Maupun suka dan duka.

 

Tanpa kasih dan sayangmu,

Aku tidak akan pernah hidup dan mengenal dunia ini.

 

Oleh : Sadiyatus Sholihah


Temanku

 

Disetiap harapmu

Dan disetiap langkahmu,

Aku akan selalu mendukungmu.   


Kau tahu temanku?

Dalam diam ku,

Dan disetiap bait doaku,

Aku berharap yang terbaik untukmu.


Yang jauh disana aku rindu padamu,

Betapa banyak kenangan yang kita alami.

Aku hanya bisa mengenangnya,

Dan aku hanya bisa mendoakan,

Semoga kau sukses dikemudian hari.

 

Oleh : Sadiyatus & Naila Nur

 

Mimpi Sendiri

Oleh : Wisnu Ade Putra as NuraS

 

Ketika kau pergi,

Hari-hari ku mulai sendiri.


Ketika kau pergi,

Minggu-minggu terasa lama kulalui.


dan Ketika kau pergi,

Aku merindukanmu.


setiap kali melihat fotomu yang tersimpan rapih di galeri,

Dalam diam yang tak terusik,

Dalam damai yang berisik,

dan Aku mulai terusik.


Dengan beberapa kenangan,

Yang terlintas dan mengambang,

Kemudian memasuki mimpi yang sepi,

Tanpa kau di sini.

 

Hilang dan kelabu

Oleh : enjellika

 

Warna-warni itu kini tinggal kelabu,

Hangatnya kini telah hilang,

Digantikan dingin yang begitu menusuk tulang.

 

Senyumnya tak lagi terbit,

Digantikan sepinya malam,

Hening tak bisa dihindarkan.

 

Tutur katanya kini telah kasar,

Tangis tak terelakkan,

Kini semua terasa kosong,

Sepi dan hilang.

 

 

 

 

Luka dan Mati

Oleh : Wisnu Ade Putra As Nura’S

 

Dalam diam tubuhku,

Tertanam luka yang mulai tumbuh,

Tumbuh memenuhi relung hati,

Yang perlahan-lahan mati,

 

Luka itu tumbuh tinggi,

Menguras banyak energi,

Membuat hati tak sanggup lagi,

Menahan luka yang mulai menggerogoti,

 

Hanya mati yang menjadi solusi,

Untuk membuat luka itu pergi.

 

 

 

 

JENUH

 

 

Lelah tak kurasa,

Hanya rasa senang yang ada,

Jenuh menunggu

Bosan yang ada.

 

Melamun tak berguna,

Lebih baik membaca biar bisa,

Lalu merangkum kalimat sebuah cerita.

 

Walau hanya sebuah Fantasi belakang,

Itu bisa menjadi sebuah Motivasi

Untuk sebuah wacana,

Lalu mengundang sebuah ide dikepala.

 

 Oleh : Arlan Fadilah as Toru

 



 

Dia dan jarak

Oleh : Bhemy Ramadhan As Bemo ART

 

Walaupun senja indah disore hari,

Bulan bersinar di malam hari,

Walaupun kamu dan aku sejauh langit Bumi,

Tapi cinta kita sedekat jantung dan hati.


Jumat, 04 Maret 2022

SENJA

Hai senja.....

Bisakah kau mengindahkan kembali kisah hidupku

Aku ingin menjadi dirimu

Yang di manjakan oleh langit untuk menghiasi bumi

Dan aku iri pada tumbuhan

Yang kokoh di atas tanah

Yang sangat indah untuk di nikmati

Sedangkan aku ? Apa?

Hai senja...

Hanya di anggap bodoh oleh insan

Berusaha semangat  namun dipatahkan

Berusaha kokoh namun rapuh oleh omongan orang

Perjalanan ku masih panjang namun apakah aku sanggup?

Hai senja...

Aku malu kepadamu

Yang tetap bersinar berwarna jingga

 Yang meninggalkan tanpa menyakiti

 Melainkan membuat insan tersenyum lepas oleh kesedihan

 

Karya: Kurniawati


BBM SQUAD

Tak pernah aku temukan dimanapun, tim sekuat squad ini

Tak pernah aku temukan sebelumnya, keluarga tanpa ikatan darah sekental ini

Sudah berapa orang baru masuk,

Kemudian terpental karena tidak bisa mengikuti kegesitan dan ketangguhan kerja kalian

Tak kenal pagi buta, tak peduli larut malam

Tugas banyak dan berat dilalui dengan penuh canda dan tawa

Keluarga di rumah pun kerap protes karena suaminya terlalu betah di sekolah

Soliditas dan kekeluargaan yang tinggi mampu tepiskan ego dan dengki

Dari awal sampai hari ini, kita tidak pernah jadi dua apalagi tiga

Kami tetap satu, dan akan terus satu, karena yang berpotensi membelah diri,

Siap-siap akan saya ganti!

...

( karya Bpk. Hasan Haririe, S. Pd. I., Kepala SMK BBM Kandanghaur )


UNTUK SMK BBM

Tanggal 03 Februari 2006

Dimana berdirinya sebuah sekolah

Yang nyaman penuh kehangatan cinta

Tanpa lelah guru-guruku mengajarkan kita

Karena SMK BBM,

Kita dapat menuntut ilmu tanpa malu

Kita dapat belajar tanpa memikirkan biaya besar

Untuk SMK BBM,

Terima kasih telah menjadi wadah kita

Untuk menuntut ilmu bekal masa depan cerah

Untuk SMK BBM,

Terima kasih sudah menghadirkan kepala sekolah dan guru

Yang berakhlak mulia, berilmu dan wajib kami tiru

Memberikan pelajaran dan motivasi tiada henti

Terimakasih SMK BBM,

Sudah menjadi wadah kita melanjutkan sekolah

Selamat bertambah usia

Engkau akan menjadi kenangan terindah

Sekolah ternyaman dan penuh kehangatan

Dengan pahlawan yang merangkul tanpa pamrih


Oleh, Hermawatiningsih


K I R A N A

Kirana itu datang tiba-tiba

Bak obor ditengah malam

Ia menyala-nyala menampakan wujudnya

Yang elok dipandang ditengah kerumunan

Manusia yang lalu lalang berseliweran

 

Karya Wisnu Ade Putra