Jumat, 06 November 2020

KEJUTAN

Sehari sebelum ulang tahunnya, saya meminta bantuan kepada teman-teman untuk mempersiapkan kejutan kecil saat ulang tahunnya. Kebetulan, dia sangat menyukai boneka stitch. Tanpa pikir panjang, aku berpikir untuk menghadiahkan itu untuknya. Aku meminta tolong teman dekatnya untuk membelikan boneka tersebut, sementara aku dan yang lain menyusun strategi bagaimana caranya agar kejutan itu menjadi kenangan manis untuknya. Berbekal uang yang seadanya, aku akhirnya berhasil membelikan kado serta mempersiapkan kejutan kecil.

Hari itu, tepat hari ulang tahunnya. Rencana yang telah aku dan teman-teman susun kemarin akan kami jalankan hari ini. Sebuah prank. Iya prank, aku akan berpura-pura untuk tidak ingat hari ulang tahunnya seharian penuh. Hahaha!

Berhasil. Aku membuatnya kesal bahkan marah dengan sikap cuek dan masa bodoku seharian itu. Aku kemudian melancarkan aksiku. Malam hari, aku menyambangi rumahnya. Bermaksud untuk meminta maaf dan mengucapkan selamat ulang tahun, tentunya.

Aku mengetuk pintu rumahnya pelan. Aku terkejut, aku pikir dibalik pintu itu adalah ibunya, seperti biasa ketika aku mengunjungi rumahnya. Namun ternyata dia, pemilik senyum terindah. Aku tersnyum namun dibalas ekspresi masih kesal diwajahnya. Aku sadar, ada sedikit rasa kaku diantara kita. Aku terus tersenyum tanpa rasa bersalah, kemudian memperlihatkan sesuatu yang ku bawa.

Dia tersenyum sumringah. Wajah merah kesalnya hilang sudah terganti dengan senyum manis yang selalu ku rindukan.

“Selamat ulang tahun...” Ucapku pelan sembari mengulurkan hadiah untuknya. Sesuatu kesukaannya. Boneka stitch.

“Ya Tuhan...! Aku kira kamu lupa hari ulang tahunku.” Katanya dengan mata yang berkaca-kaca. Dia menyambut senang hadiah itu.

Kamu orang spesial untukku, mana mungkin aku lupa dengan hari ulang tahunmu.” Jawabku pelan.

“Terima kasih, meski menyebalkan seharian ini tapi aku suka kejutannya...” Ucapnya pelan sembari memeuk erat boneka pemberianku.

 

-          End.

 

Karya Ahmad Alfarizi

R E N D A H

Tetes demi tetes keringat mengalir dari dahinya yang mulai keriput. Rambutnya yang mulai beruban tanda masa hidupnya sudah cukup lama. Namun sampai umurnya yang tak lagi muda ini, sebut saja Pak Imin. Tidak pernah mengalami rasanya tidur di atas kasur yang empuk, dan tidak pernah mengalami nikmatnya mandi di bawah guyuran air shower.

Pak Imin telah ditinggal mati oleh istrinya yang meninggal pada umur 50 tahun, Pak Imin juga sudah ditinggal pergi oleh anak-anaknya yang sudah berkeluarga semua. Hanya gubuk reyot yang menjadi tempat bernaungnya. Pekerjaan Pak Imin saat ini adalah buruh tani yang penghasilannya tidak menentu. Disaat orang-orang seusianya seharusnya sedang duduk manis menikmati masa tua, ia malah masih berjuang untuk menghidupi dirinya sendiri.

Terkadang orang-orang sekitarnya merasa iba akan nasib yang Pak Imin alami. Tak sedikit pula orang-orang disekitarnya memberi makan ataupun uang untuknya membeli bahan-bahan pokok. Namun Pak Imin selalu bersyukur akan pemberian oleh orang-orang disekitarnya, ia tak pernah menyerah.

Namun adakalanya dia menyesali nasibnya tersebut. Karena disaat remaja dulu Pak Imin lebih mementingkan putus sekolah ketimbang melanjutkan sekolahnya, dikarenakan kemiskinan yang telah ia alami, memaksanya untuk putus dari sekolah. Kini ia hanya merasa rendah karena pilihannya dulu ternyata mengantarkannya kepada penderitaan dan kemiskinan yang berlarut-larut..

 

-                 End.


Karya Wisnu Ade Putra

KIAT MENJADI SEORANG PENULIS

Juara Pertama Lomba Menulis Artikel Bulan Bahasa dan Sastra Indonesia (Kategori Kelompok) SMK Bangun Bangsa Mandiri Kandanghaur Tahun 2020

Ditulis oleh: Ida Varihani, Wisnasari dan Karinah

Tema: Meningkatkan Pemahaman Dan Pengetahuan Teknologi Melalui Literasi Digital

Narasumber: Zahra Amin (Direktur Media Mubadalah)

 

    Sastra dapat  dikatakan sebuah cara menghaluskan budi pekerti kita, dengan sastra bisa menuntun dan mengarahkan kita ke jalan lebih baik lagi untuk menjadi penulis. Menjadi seorang penulis yang baik dengan ide cemerlang serta menghasilkan karya yang diminati banyak orang, tentunya tidaklah mudah. Ada beberapa hal yang harus kita perhatikan untuk menjadi seorang penulis seperti itu, diantaranya adalah:


1.      Menjadi Diri Sendiri

Hal yang kita semua harus lakukan sebagai seorang penulis adalah menjadi diri kita sendiri dulu. Pertama, kita tentukan tema dan topik yang ingin kita tulis agar lebih mudah untuk membuat tulisan seperti apapun kemudian buah pemikiran kita dituangkan ke dalam sebuah buku. Setelah itu tuliskan semua kata-kata yang sudah ada di pikiran kita agar kita merasa puas dengan tulisan kita sendiri. Kita pun dapat dengan bangga membuktikan tulisan kita kepada semua orang bahwa kita bisa mewujudkan keinginan kita menjadi seorang penulis yang hebat.


2.      Tanpa Nanti

Penyakit dasar seorang penulis adalah menantikan sebuah pekerjaan. Ketika ide sudah muncul di kepala biasanya ada beberapa penulis pemula yang akan membiarkan ide itu pergi begitu saja. Karena memunculkannya saja sudah sulit maka tuliskanlah sesegera mungkin ketika ide itu muncul dikepala. Jadi, jika kita sudah menemukan ide kenapa kita harus menunggu nanti untuk menulis? Sekarang kita bisa mengapa kita harus menunggu nanti? Jangan biarkan ide-ide yang sudah ada pergi begitu saja.

3.      Memiliki Komunitas

Banyak komunitas menulis yang ada di Indonesia, baik secara online maupun offline. Segera kembangkanlah bakat menulis kita jangan sampai harapan menjadi penulis itu gagal. Cobalah bergabung dengan komunitas penulis dan terus berusaha menjadi seorang penulis.

4.      Publikasi Tulisan

Sebuah tulisan harus dipubilkasikan, mengapa demikian? Ya, kita harus percaya pada diri kita sendiri bahwa tulisan yang telah dibuat telah dirasa sudah bagus. Jadi, lanjutkanlah kegiatan menulismu jangan berhenti di tengah jalan. Jika kita sudah merasa bahwa tulisan kita bagus, maka kita akan lebih semangat lagi untuk menulis hal lain yang lebih menarik. Hal tersebut dapat memotivasi kita agar mengembangkan bakat menulis lebih baik lagi.

5.      Menulis Dari Hati

          Mulailah menulis dari dalam lubuk hati kita sendiri. Curahkanlah segala sesuatu yang ada di dalam hati kita. Apapun masalahnya, curahkanlah hati kita ke dalam buku sebagai tulisan. Menumpahkan segala curhatan ke dalam buku lebih nyaman dibandingkan kita mencurahkannya kepada teman. Mengapa demikian? Karena jika melalui buku kita bisa melampiaskan segala masalah yang ada di hati menjadi tulisan atau sebuah pengalaman yang bisa kita baca lagi untuk intropeksi diri.

6.      Menentukan Topik Dan Tema

Saat menulis pasti kita akan bingung ingin menentukan judul  seperti apa. Sebelum kita menentukan judul, maka kita harus menentukan topik terlebih dahulu agar tulisanmu  bisa terarah. Ketika kita sudah bisa menentukan topik, kita  akan lebih mudah untuk menulis.

7.      Mengikuti Seminar

Banyak program seminar latihan menulis yang telah hadir. Seperti pada saat ini, kita hadir di acara seminar yang berkaitan dengan kegiatan menulis di SMK Bangun Bangsa Mandiri ini. Kegiatan ini membahas betapa pentingnya bagi para penulis untuk berlatih menulis agara tulisan bagus dan menyenangkan untuk di baca.

8.      Jadwal Rutin

Jika kamu bersungguh-sungguh ingin menjadi penulis, maka jangan lakukan hal-hal yang tidak berkaitan dengan menulis. Menulis harus muncul dari keinginan kita sendiri atau dari hobi. Hal tersebut itulah yang dapat membuat kita terlahir menjadi seorang penulis.

9.      Membaca

Membaca adalah hal penting yang bisa membangkitkan semangat dan memotivasi kita untuk menulis. Seperti yang sering kita dengar bahwa dengan membaca kita bisa membuka jendela ilmu. Jadi, betapa pentingnya membaca untuk meningkatkan gairah menulis.

10.  Simpati Dan Empati

Seorang penulis sebenarnya memiliki sifat yang sangat menyentuh dalam pekerjaannya. Seperti sifat simpati dan empati. Simpati adalah sebuah rasa yang hanya sekedar kasihan terhadap orang lain yang sedang kesulitan. Sedangkan empati adalah rasa kasihan yang tumbuh dari dalam hati kita sendiri namun kita sangat peduli terhadap orang-orang yang sedang kesulitan dan kita ingin membantunya. Kedua sifat tersebut adalah sifat yang dimiliki oleh seorang penulis. Kedua sifat tersebut menuntut seorang penulis untuk harus bisa berbaur dengan masyarakat dengan tingkatan yang berbeda-beda, pengetahuan yang berbeda, bahkan hingga kebudayaan yang berbeda.

Sabtu, 17 Oktober 2020

Sudah Banggakah Kau Berbahasa Ibu Pertiwi?

Sudah banggakah kau berbahasa ibu pertiwi?

Bahasa yang diperjuangkan pemuda Indonesia

Bahasa pemersatu bangsa

Bahasa nusantara

Bahasa kebanggaan kita

Sudah banggakah kau berbahasa ibu pertiwi?

Atau kau lebih bangga berbahasa asing?

Agar terlihat wah

Agar terlihat paling bisa

Tapi, tidak pandai berbahasa ibu pertiwi

Benar-benar prihatin

Sudah sepatutnya kita menghargai

Sudah sepatutnya kita mencintai

Sudah sepatutnya kita pakai

Bahasa ibu pertiwi

Lalu, sudah banggakah kau berbahasa ibu pertiwi?

Atau... kau lebih bangga berbahasa asing?


Karya, Miss Akriz

NEGERI PENUH BAHASA

Negeri kita

Negeri penuh bahasa

Beragam,

Hingga tak terhitung jumlahnya

Selalu ada ciri khas dari setiap bahasa

Yang harus kita jaga

Yang harus kita lestarikan

Negeri kita

Berbeda suku dan budaya

Jarak terbentang luas

Dari sabang sampai marauke

Namun,

Karena bahasa kita disatukan

Karena bahasa kita bersaudara

Yaitu bahasa persatuan

Bahasa Indonesia


Karya, Shela Enjelika

CERITA CINTA BANGKU SMP

Cerita ini adalah ceritaku, cerita awal dari sebuah rasa. Rasa nano-nano percintaan anak SMP yang tengah pubertas.  Aku menyukainya. Rasa sukaku bermula di sini. Ketika aku menginjak kelas VIII. Saat itu di kelas saya berjumlah tiga puluh empat siswa. Diantaranya, dua puluh empat anak laki-laki dan sepuluh anak perempuan. Dan dia, salah satu dari sepuluh siswi perempuan itu. Aku tidak akan menyebutkan siapa namanya. Akan ku panggil dia. Ya, Dia yang telah membuatku setengah gila karena memikirkannya.

Aku salah satu anak yang jahil, seringkali aku mengganggunya. Seperti hari ini, ketika dia sedang menulis, aku ambil pulpen yang dia gunakan. Secara otomatis dia marah, dan itu memang salah satu tujuanku.

“Hey! Kenapa sih jadi anak reseh banget!” Teriaknya kepadaku dengan wajah kesal namun terlihat manis.

Aku tertawa kemudian menjawab perkataannya yang semakin menyulut emosinya “Biarin, daripada bete!” tukasku cekikikan.

“Dasar anak reseh!” Umpatnya semakin kesal.

Setia hari, selalu aku ulang kelakuan menyebalkanku itu kepada dia, dengan harapan agar dia memperhatikanku dan membuka keakraban denganku. Hari berganti hari, lama-kelamaan rasa itu pun tumbuh diantara aku dan dia. Entah siapa yang merasakan pertama kali. Namun, cinta ala-ala anak SMP saat itu benar-benar kami rasakan. Hingga pada tanggal  29 April, ketika sekolah kami mengadakan Pawidya kelas XI, aku mengatakannya. Ya, mengatakan perasaanku.

“Kamu, mau gak jadi pacarku?” tanyaku tiba-tiba dengan memberikan sebuah bunga yang sebelumnya ku pinjam dari kakak kelas. Saat itu aku dan dia tengah berada disebuah ruangan.

“Apaan sih kamu tuh!" Katanya dengan senyum malu terulas di wajahnya.

Setelah acara pawidya selesai, malamnya aku mendapat pesan di poselku darinya yang mengatakan bahwa dia menerima pengakuan cintaku tadi siang. Aku sangat senang meski penerimaan darinya tidak secara langsung, mungkin dia malu saat itu. dan cerita cinta bangku SMP ku berjalan mulus. Aku harap denganku, dia akan merasa bahagia menjalani hari-harinya.


End.


    Karya: Ahmad Alfarizi

    Disunting oleh: Shela Enjelika

PROFIL KEPALA PROGRAM STUDI TEKNIK KOMPUTER DAN JARINGAN SMK BANGUN BANGSA MANDIRI KANDANGHAUR


 

Nanang Fathurrahmanie, S. Kom., lahir pada tanggal 24 Mei 1989 di Indramayu tepatnya di Desa Karanganyar Blok Cilet. Beliau menjabat sebagai Kepala Program Studi Teknik Komuter dan Jaringan sekaligus guru produktif bidang tersebut di SMK Bangun Bangsa Mandiri Kandanghaur. Beliau yang kerap disapa Pak Nanang ini, terlahir dari keluarga yang mampu sehingga orang tua beliau dapat menyekolahkan anak-anaknya ke jenjang yang lebih tinggi.

Beliau memulai pendidikannya di SD Negeri 3  Karanganyar pada tahun 2000, setelah itu beliau melanjutkan kejenjang MTS Negeri Kandanghaur dan lulus pada tahun 2004. Kemudian beliau melanjutkan ke pesantren yang terletak di Kota Bogor dekat dengan Kota Sukabumi, kurang lebih selama enam bulan yang akhirnya beliau pindah pesantren Ke Cirebon. Perpindahan pesantren tersebut dilatarbelakangi oleh diri beliau yang susah diatur sehingga sering keluar masuk pesantren beberapa kali. Namun, pada akhirnya beliau pindah sekolah ke Madrasah Aliyah MISAYA MINA, Eretan dan menamatkan pendidikan menengahnya pada tahun 2007. Di tahun 2008 beliau mendaftar kuliah di Sekolah Tinggi Ilmu Komputer (STIKOM) POLTEK Cirebon. Sembari menyelesaikan pendidikan sarjananya, beliau juga mulai mengajar di SMK Bangun Bangsa Mandiri Kandanghaur pada tahun 2010. Namun, pada saat itu jam mengajar beliau tidak full dikarenakan berbenturan dengan jam kuliahnya. Kesibukannya dengan tugas-tugas kuliah dan mengajar tidak membuatnya malas untuk terus mengejar gelar sarjana strata satunya, sehingga pada tahun 2012 beliau berhasil mendapatkan gelar Sarjana Komputer di perguruan tinggi tersebut. Lulus dari kuliah pun membuatnya mendapat kepercayaan untuk mengajar full di kelas tepat pada tahun 2014.

“Jangan pernah takut untuk mencoba hal yang baru. Karena, jika kalian berpikiran tentang resiko takut akan sesuatu kalian tidak akan pernah berhasil. Karena sudah pasti segala sesuatu yang berhubungan dengan pekerjaan akan memiliki resikonya masing-masing. Jadi intinya, jangan pernah takut untuk memulai hal yang baru.Pesan beliau untuk memotivasi anak didiknya sebagai generasi penerus bangsa. Semoga SMK Bangun Bangsa Mandiri Kandanghaur menjadi SMK terdepan. Bukan hanya didaerah Kandanghaur saja. Tapi di Indramayu bahkan bisa tingkat provinsi dan nasional. Semua itu pasti bias terjadi karena kita bisa. lanjut beliau memberikan pesan kepada lembaga pendidikan dimana beliau mengabdikan dirinya.



Beliau yang juga menjabat sebagai wali kelas XII Teknik Komputer dan Jaringan, selama di kelas maupun di luar kelas beliau selalu berusaha menciptakan suasana yang nyaman seperti teman dan keluarga saat berinteraksi dengan para anak didiknya. Beliau selalu mengatakan bahwa “Sekolah bukan hanya tempat untuk belajar dan mencari ilmu tetapi juga untuk membentuk kebersamaan karena kita semua adalah keluarga. Rasa bosan siswa akan terlihat dari proses interaksi antara guru dan siswanya. Imbuh beliau menutup wawancara.


Ditulis oleh: Ahmad Alfarizi, Amrina Rosada dan Angelica Aura Putri