Jumat, 04 Maret 2022

BULAN DAN PENGAGUMNYA

Hai semua, disini aku ingin menceritakan sedikit cerit. Tentang Kakak laki-laki ku yang sangat mengagumi bulan. Kisah ini bermula pada saat umurku 15 tahun dan Kakaku berumur 18 tahun. Di dalam keheningan malam yang gelap tanpa adanya bulan, kala itu aku ingin menanyakan sesuatu tentang tugas sekola kepada Kakak ku dikamarnya. Namun ketika aku ingin memasuki kamarnya aku melihat kakaku sedang menatap sesuatu yang terhalang oleh jendela.

“Kak, bantuin ak-“ Ucapanku yang terpotong karena terkejut melihat kakaku di dahinya ada perban.

Kaka kenapa, ma-?” Aku terkejut namun lagi dan lagi ucapan ku harus terpotong oleh suara kakakku.

Shutt... jangan bicara sama mama dan papa ya de”. Katanya sambil menutup mulutku, aku hanya mengangguk kan kepala.

Malam itu Kakak ku berbohong padaku, kalau dia baik-baik saja. Dia juga bilang itu hanya luka biasa. Aku tidak tau apa yang harus ku lakukan saat itu, aku ingin berbicara dengan mama dan papa tentang apa yang terjadi pada kakak, Namun kakak tidak ingin aku menceritakan hal ini pada mereka mungkin takut jika kedua orang tua kami mengkhawatirkannya. Beberapa hari setelah itu aku di telfon oleh salah satu rumah sakit, dan itu tentang kakakku. Ternyata kakakku selama ini berbohong padaku dan keluarga kami. Dia beralaskan bahwa dia sedang ingin berlibur dan izin tidak berangkat ke sekolah, ternyata dia sedang dirawat di rumah sakit.

Alasan kenapa salah seorang perawat menelpon ku karena, kakaku selalu keluar rumah sakit ketika malam hari padahal yang di takutkan oleh perawat itu adalah takut karena dapat berdampak buruk pada kesehatan nya. Jadi dia menelponku untuk menegur kakakku.

Line

Kakak

Kak?

                                  Iya dek

Dimana?

                                  Lagi di kost

Kakak, jangan bohong bisa gak?                                                                                             

                                  Maksudnya gimana dek?

Aku udah tahu kok, kalau kakak dirawat di rumah sakit kan?

                                  Kok kamu bisa tahu?

Nanti aku ceritain kenapa aku bisa tahu, sekarang kakak kirim lokasinya ke aku ya? aku ingin kesitu jenguk kakak. Tenang aja aku sendiri kok kak, nanti aku cari alasan supaya diizinin gak berangkat sekolah dulu sama papa dan mama buat main ke kost kakak. Oh iya aku juga nggak akan cerita apa pun ke Mereka.

 Yaudah deh tapi janji hati-hati ya, kesininya besok pagi aja jangan malem.

Sharelock

Iya kak,

Aku pergi besok, habis subuh berangkat kesana.

Jangan keluar rumah sakit terus cuma buat lihat bulan kak, kakak lagi sakit jangan banyak keluar malem nggak baik.

                                  Iya adik ku sayang...

Kaka masuk kedalam nih.

Selamat tidur cantiknya Kakak, mimpi indah ya.

Sampai jumpa besok.

Kakak juga selamat tidur...

~ ~

Setelah berkomunikasi dengan kakaku lewat line tadi, aku langsung meminta izin pada mama dan papa dan syukurlah aku diizinkan oleh mereka. Walau butuh waktu cukup lama untuk merayu mereka satu persatu, ya karena mereka selalu bertengkar jadi sulit untuk tenang didalam rumah dan meminta izin, karena itu kakak lebih memilih ngekost di dekat kampusnya daripada harus di rumah tambah  jaraknya lumayan jauh dan berada di rumah dengan suasana yang kurang damai. Walau begitu Kakak dan aku selalu berkabar dan bersama walau berpisah jarak.

Pagi pun tiba, tepat pada pukul 04.30 WIB aku bangun lalu bersiap mandi dan membereskan beberapa barang yang perlu dibawa. Pukul 05.00 WIB aku sedang di perjalanan menuju lokasi yang di berikan oleh kakak pada ku malam tadi. Sebelum sampai disana aku memberitahu kakakku dulu bahwa aku sedang dalam perjalanan.

Pada akhirnya aku sampai dirumah sakit tempat kakakku dirawat, tapi sebelum kesana aku mencari kost yang dekat dengan rumah sakit itu. Selang beberapa waktu aku dapat menemukan kost yang dekat dan juga tidak terlalu mahal tapi bagus dan segera menyewa nya serta membereskan beberapa barangku dan langsung menuju rumah sakit. Kenapa aku tidak ke kost kakak saja karenas jarakny sangat jauh dari rumah sakit. Sebelum mencapai ruangan kakak, aku penasaran akan penyakit apa yang diderita kakaku karena itu aku pun memberanikan diri untuk menemui dokter yang menangani kakakku.

“Permisi dok...” Ucapku sembari mengetuk ruangan dokter itu.

“Ya? Silahkan masuk.” Jawab dokter.

“Ada apa?” Tanya dokter

“Aku ingin menanyakan pasien yang berada di kamar 201 dok, apa penyakitnya parah?” Tanyaku dengan perasaan sedikit gemetar karena takut terjadi apa-apa terhadap kakakku.

“Oh, kamu adiknya ya?” Tanya dokter itu

“Kenapa baru datang kesini? Apa kau tidak peduli pada kakakmu?” Lanjutnya sinis padaku. “Kami juga pihak rumah sakit sangat sulit menghubungi keluarga pasien, baru nomormu saja yang kami hubungi lalu diangkat sedangkan nomor kedua orang tuamu tak pernah merespon” terang dokter lagi.

“Iya aku baru datang dok. Bukan karena tidak perduli tapi aku baru tahu jika kakakku dirawat ketika ada suster rumah sakit ini yang menghubungikku malam kemarin”. Jelasku.

“Mungkin kakakmu yang menyembunyikan hal ini padamu ya? Kalau begitu maaf kan saya yang berburuk sangka padamu”. Jawab dokter itu sedikit tak enak hati.

“Kakak mu punya penyakit yang bisa dikatakan tidak main-main, leukimia yang sudah cukup lama dan cukup parah.” Tegas dokter itu.

“Apa?! Leukimia?!” Aku terkaget.

“Tapi dok, bukan kah leukimia masih bisa disembuhkan?” Tanyaku lagi.

“Memang bisa, namun ketika kami ingin mengobati kakakmu dia selalu menolak melakukannya. Dia tidak mau menambah biaya karena uang tabungannya sudah habis”. Jelas dokter itu padaku lagi.

“Dok, tolong sembuhkan kakakku. Aku yang akan berusaha dan bekerja untuk mendapat uang dan membayar semua tagihan rumah sakit ini”. Kataku memohon.

“Baik, saya akan berusaha semaksimal yang saya bisa”. Katanya.

Setelah aku selesai berbicara dengan dokter itu, aku segera menuju kamar kakaku. Disana dia sedang berbaring istirahat. Disitu aku duduk di kursi yang ada tepat disebelahnya.

“Kak, maaf belum bisa menjadi adik yang bisa membuatmu bahagia” Ucapku sambil memegang tangan kakaku.

“Apa yang kamu katakan?” Sargah kakakku sambil tersenyum

“Kamu bahkan sudah menjadi adik yang sempurna bagi Kakak”. Ucap kakak padaku “Kakak.....” Panggilku yang tanpa sadar membuat air mata ku jatuh. “Aku ingin kakak cepat sembuh”. Kataku yang menangis sesenggukan sambil didekap pelukan hangat oleh kakak u.

“Maafin kakak ya de, udah bohongin kamu tentang ini. Udah nyusahin kamu, mama sama papa juga. Kakak emang gak berguna, kakak ini nggak pantes jadi kakak kamu”. Ucapnya sendu. “Kakak penyakitan de, apa pantes kakak jadi kakak kamu?” Lanjutnya sampai tak sadar bahwa dia juga meneteskan air mata dan terus memelukku.

“Apa yang Kakak katakan?! Aku benci kakak jika Kakak mengatakan hal itu lagi padaku” Kataku sambil mendongak menatap wajah Kaka ku"

“Cup... cup... udah nangisnya ya, kakak gak bisa janji tapi kakak bakal berusaha sekuat kakak supaya bisa sembuh ya?” Jawabnya

“Demi kamu”. Lanjutnya kemudian.

Perbincangan hangat itu membuatku lupa untuk meminta izin pada kakak, bahwa aku ingin mencari pekerjaan. Tapi ketika aku meminta izin padanya, pasti dia juga mungkin tidak mengizinkanku karena dia tidak mau aku terlalu capek. Karena dia selalu memperhatikan kondisiku dari pada kondisinya sejak kecil.

Esok hari tiba aku terus mencari pekerjaan dan syukurlah aku mendapatkannya walau upahnya belum cukup banyak tapi aku dapat menabung supaya bisa membuat kakak sembuh. Aku terus bekerja sampai mama dan papa khawatir padaku dan kakak karena sudah beberapa bulan kami sudah tidak menghubungi mereka lagi, dan mereka pun mecari ku sampai sampai menelponku berkali-kali. Namun aku tidak pernah menjawabnya, bukan karena aku membenci mereka hanya saja aku harus terus bekerja kalau tidak bagaimana kakak bisa  sembuh.

Beberapa bulan kemudian...

Dokter itu menghubungiku,dan mengatakan bahwa kakakku dalam keadaan kritis dan aku disuruh kesana. Aku pun bergegas tanpa memedulikan pekerjaanku. Aku terus berlari sambil meneteskan air mata, aku terlalu takut kehilangan sosok itu dan sesampainya aku disana kakak terus berjuang supaya bisa tersenyum manis dihadapanku, namun dia telah selesai dalam tugasnya dan menyerah untuk terus berjuang. Kini pengagum bulan itu telah tiada.

Aku pun tidak tahu harus bagaimana dengan ini. Aku senang, sedih, kesal, marah, juga benci. Namun, jika ini memang sudah kehendak Tuhan maka apa yang harus kita lakukan. Aku juga senang karena kakak tak merasakan sakit lagi, sekaligus sedih karena aku kehilangan sosok kakak dihidupku. Aku selalu berpikir bahwa jika kakak tiada mungkin juga rasa sakitnya hilang, jadi dia tidak menahannya terus hanya demi aku.

Namun, aku juga sedih karena kehilangan sosok yang paling mengerti aku yang bahkan tidak diketahui oleh orangtuaku. Sesaat setelah itu aku pun berusaha menguatkan hatiku dan menelpon kedua orang tua kami, dan mereka pun terkejut dan menyesal karena tidak bisa mngerti apa yang dirasakan dan apa yang dialami oleh anak-anaknya. Mereka pun langsung bergegas menuju kerumah sakit. Aku yang kala itu diluar masuk keruangan itu dengan perasaan campur aduk yang tak bisa kukendalikan.

“Kak, Maaf karena sudah terus memaksamu menahannya sendiri, sekarang kamu sudah tidak menahan rasa sakit lagi kan. Aku ikhlas kak dan selamat tidur pemilik sinar rembulan.” Ucapanku yang tidak bisa menahan air mataku yang terus berjatuhan.

Hingga beberapa saat....

Kedua orang tua kami datang, dan segera meminta maaf pada ku dan Kakak ku serta membereskan semuanya. Selang beberapa waktu setelah kepergian kakak kedua orangtuaku selalu memperhatikan ku dan aku bahkan jarang melihat mereka bertengkar lagi, dan kini mereka juga selalu ada untukku.

“Kak, jangan khawatir dan mencemaskanku lagi ya, disini mama dan papa sudah tidak bertengkar dan selalu ada untukku”. Kataku dalam hati.

“Semoga tenang disana kak, makasih sudah pernah mau berjuang buat sembuh walau pada akhirnya kamu juga disuruh menyerah oleh keadaan. Selamat jalan sangat pengagum Bulan”.

 

Selesai.

Ditulis oleh, Az Zahra Putri Nawa Al Hafis


KITA ADALAH PEMENANG


Lima belas tahun silam sekumpulan Insan mulia nan bijaksana

Pejuang sejati tak kenal pamrih, sepakat wujudkan mimpi

Perbaiki keadaan negeri, membangun bangsa yang mandiri

Cita mulia bukan tanpa kendala, niat tulus tak selalu mulus

Setia pada janji pasti diuji, tekad yang kokoh jelas mengandung resiko

Delapan tahun menjadi tamu, sempat terlintas rasa jemu

Merasa doa tak didengar, kegigihan lambat laun memudar

Pernah terbesit putus asa, kerja keras ini kita sudahi saja

Tanpa pemimpin optimis, daya juang kami mungkin sudah terkikis

Sumber daya yang terbatas, bukan penghambat kreativitas

Bersanding dengan yang besar, tak membuat kami gentar

Sana sini negeri, tak kan buat kami iri

Dari lokasi tersembunyi, kami tetap lantang bernyanyi

Tanpa peduli kanan kiri, kita fokus pada visi sendiri

Sekarang…

Syukur kami tak pernah habis

Kerja keras yang pernah kami lukis, kini sudah berbuah manis

Terima kasih Tuhan, doa kami engkau beri jawaban

Kini kami sangat paham, kenapa dulu kami Kau tekan begitu dalam

Agar kami punya tolakan kuat, memantul jauh tinggi melesat

Membungkam arogansi mereka, menjawab cemooh yang tak suka

Diusia kami yang kelima belas, kami siap melibas

Tunjukkan pada semua orang, kita bukan pecundang

“KITA ADALAH PEMENANG”

...

( karya Bpk. Hasan Haririe, S. Pd. I., Kepala SMK BBM Kandanghaur )


PROFIL STAF URUSAN HUMAS DAN KEUANGAN HARIAN SMK BANGUN BANGSA MANDIRI KANDANGHAUR


Iip Cuspitasari, beliau lahir di Indramayu 27 Agustus 1986 dan sekarang beliau menetap di desa Gabus Kulon, Blok Gabus Udik RT. 02 RW. 01 Kecamatan Gabus Wetan Kabupaten Indramayu. Beliau terlahir dari keluarga yang sederhana dan berkecukupan.

Beliau pertama kali menempuh pendidikan dasarnya di SD Negeri Gabus Kulon 3 dan lulus pada tahun 1999, kemudian beliau melanjutkan pendidikannya di SMP Negeri 1 Gabus Wetan dan lulus pada tahun 2002, sedangkan untuk pendidikan menengah atasnya beliau melanjutkan di SMA PGRI Gabus Wetan dan lulus tahun 2005. Beliau tidak melanjutkan pendidikannya ke jenjang perguruan tinggi. Selepas lulus dari sekolah beliau memutuskan untuk bekerja di Batam. Satu setengah tahun setelah bekerja di Batam, beliau kembali pulang ke kampung halaman dengan mencari pengalaman dengan mengajar di MDA Darrul Ullum Gabus Wetan.



Pada tahun 2008 tepatnya Bulan Januari beliau mendapatkan informasi bahwa di SMK Bangun Bangsa Mandiri Kandanghaur yang pada saat itu masih belokasi di MTS Guppi Saradan Gabus Wetan, membuka lowongan pekerjaan. Beliau memutuskan melamar pekerjaan sebagai guru. Sebagai seorang yang mencintai pekerjaannya, selalu bekerja keras dan bertanggungjawab atas pekerjaannya beliau pun diangkat sebagai Staf TU pada saat itu. Lama mengabdi, ketika SMK Bangun Bangsa Mandiri Kandanghaur sudah berlokasikan di Desa Wirakanan Blok Kemped, beliau mendapat kepercayaan dari kepala SMK Bangun Bangsa Mandiri Kandanghaur yaitu Pak Hasan Haririe, S. Pd. I untuk menjadi Staf Tata Usaha bagian Staf Urusan Humas dan Bagian Keuangan Harian sampai sekarang.



“Saya berharap, semoga SMK BBM semakin maju kedepannya dan mudah-mudahan SMK BBM juga tetap menjaga tali kekeluargaan dan menjadi rumah kedua bagi guru, karyawan dan siswa/siswinya”. Kata beliau berpesan saat wawancara.

 


Dari perjalanan hidup beliau kita banyak belajar, bahwa setiap gelar tidak menjamin besarnya seseorang akan sukses dikemudian hari. Pada dasarnya kita dapat sejajar dengan para sarjana tinggi meskipun pendidikan kita hanya sampai Sekolah Menengah Atas saja. Karena apa? Hal yang menjadi dasar seseorang itu berhasil bukanlah sebuah gelar, melainkan soft skill yang dimiliki setiap orang. Kemampuan tersebutlah yang dapat menentukan kualitas diri seseorang, karena dengan memiliki soft skill kita dapat menuju hidup yang lebih baik, peluang kesuksesan lebih besar, sahabat yang lebih banyak dan kebahagiaan yang lebih luas dalam kehidupan.


Ditulis oleh, Angelica Aura Putri, Putri Winenti dan Shela Enjellika

Kamis, 03 Maret 2022

SMK Bangun Bangsa Mandiri Kandanghaur Peringati Hari Jadi Ke-15 Tahun

Kamis, 03 Februari 2022 lalu, SMK Bangun Bangsa Mandiri Kandanghaur baru saja usai menyelenggarakan hajat besar dengan mengusung tema “AMBAL WARSA: MENGUSUNG SEMANGAT BARU MENUJU SMK BERKUALITAS. Kegiatan ini berlangsung di kampus SMK Bangun Bangsa Mandiri dari tanggal 28 Januari sampai dengan 03 Februari 2022. Merayakan ulang tahun di usia ke-15 ini merupakan tahapan usia yang sangat spesial. Jika diibaratkan, usia ke-15 adalah tahapan kedua perkembangan remaja yaitu fase pertengahan dimana banyak perubahan dan perkembangan yang terjadi pada usia ini.



Dilihat dari perkembangan awal sampai saat ini, SMK Bangun Bangsa Mandiri Kandanghaur telah melewati banyak proses yamg panjang. Lima belas tahun bukanlah waktu yang sangat singkat apalagi dulu SMK Bangun Bangsa Mandiri Kandanghaur sendiri masih menumpang di sekolah MTS Guppi Saradan Gabus Wetan sampai Tahun 2015. Namun sekarang sudah memiliki tanah sendiri dan mendirikan sekolah sendiri yang berlokasikan di Desa Wirakanan Blok Kemped.

Hari jadi SMK Bangun Bangsa Mandiri Kandanghaur ke-15 tahun ini, selain acara ceremonial pemotongan tumpeng dimeriahkan juga dengan berbagai macam kegiatan  lomba. Diantaranya adalah Turnamen Futsal yang diikuti 32 Sekolah dari berbagai jenjang, Lomba Tari Tradisional yang diikuti 62 setiap jenjang sekolah dari SD sampai SMA/SMK/MA dan juga sanggar-sanggar tari lainnya.  Sementara itu, Lomba Qosidah diikuti oleh 7 group dan Karaoke Tarling 32 peserta dari berbagai usia. Selain dimeriahkan oleh kegiatan lomba, setiap hari selama tujuh hari berturut-turut, stand-stand Bazaar pun ikut memeriahkan acara tersebut.



Di hari pertama lomba turnamen futsal diselenggarakan dalam jangka waktu tiga hari berturut-turut. Lomba ini dibagi dua sesi, dua hari babak penyisihan dan satu hari semi final. Juara Pertama yang di juarai oleh SMP Negeri Satu Gantar, Juara Kedua yang di juarai oleh SMP Negeri 3 Gabus Wetan, Juara Ketiga yang di juarai oleh SMP Negeri 2 Kandanghaur dan Juara Keempat yang di juarai oleh SMP 1 Atap II Terisi.



Pada hari ke-4 dilanjut dengan lomba tari tradisional yang bertempatkan dilapangan utama SMK Bangun Bangsa Mandiri Kandanghaur. Setiap peserta menampilkan tarian andalannya diatas pentas sesuai urutan nomor lomba dan dinilai langsung oleh juri Ibu Aerly Rasinah dan Bpk. Ikhsan Radiah.  Juara lomba dari tingkat SD/MI yaitu, Juara Pertama yang di juarai oleh Sahrila Fauziah, Juara Kedua yang di juarai oleh Andin Kholiso, Juara Ketiga yang di juarai oleh Quin Cinta Bella. Sedangkan sebagai Juara Harapan Pertama diraih oleh Azizah Oyuni, Juara Harapan Kedua diraih oleh Olifia Sriyati Ramadhani dan Juara Harapan Ketiga diraih oleh Fiona Citra Lestari. Juara lomba tari tradisional dari tingkat SMP/MTS dijuarai oleh Nadia Dewi  sebagai peraih Juara Pertama, Kuswatuh Khasanah sebagai periah Juara Kedua, Richa Kholisna sebagai peraih Juara Ketiga. Sebagai peraih Juara Harapan Pertama diraih oleh Dian Janeta, Juara Harapan Kedua diraih oleh Florazia Amelia Latif dan Juara Harapan Ketiga diraih oleh Sri Natalia. Sedangkan untuk juara lomba dari tingkat SMA/SMK adalah Rizki Maulana sebagai peraih Juara Pertama, Iyang Anggita sebagai peraih Juara Kedua, Roudhotunnisa sebagai peraih Juara Ketiga dan untuk periah Juara Harapan Pertama diraih oleh Sriana Riski, peraih Juara Harapan Kedua diraih oleh Elisa Juniarsih dan periah Juara Harapan Ketiga diraih oleh Fika Anjasari.




Pada hari ke-5 acara Ambal Warsa SMK Bangun Bangsa Mandiri Kandanghaur dimeriahkan dengan kegiatan lomba karaoke tarling yang diikuti 32 peserta dan dijuri langsung oleh Bapak Amin Hermawan, Ibu  Dadang Anesa dan Bapak Lee Hien. Lomba tersebut dijuarai oleh Teddy Firmansyah sebagai Juara Pertama, Juara Kedua diraih oleh Meri Andini dan Juara Ketiga diraih oleh Putra Wisnu. Sedangkan lomba qosidah yang diikuti 7 grup peserta dijuri langsung oleh Bpk. Muhammad Amien. S. Pd. I. M., Bpk. Ustad Tarkiman, dan Bpk. Ustad Trisman. Lomba Qosidah ini diraih oleh Jamiah Al-Ikhlas dari Gabus WetanWetan sebagai Juara Pertama. Juara Kedua diraih oleh Hidayatul Ummah, Juara Ketiga diraih oleh MTS Al-Mukhlasuun dan Majelis Ta’lim Mata Karya sebagai peraih Juara Harapan.



Acara puncak yang jatuh pada Hari Kamis, 03 Februari 2022 diawali oleh pembukaan MC, pembacaan Ayat Suci Al-Quran yang dilantunkan oleh Rizky Abdullah dan Ahmad, kemudian dilanjutkan persembahan dari Hadroh SMK Bangun Bangsa Mandiri Kandanghaur. Susunan acara selanjutnya adalah sambutan oleh Ketua kegiatan, Perwakilan Yayasan Bangun Bangsa Mandiri dan Kepala sekolah.  Dilanjutkan dengan upacara ceremonial yang diawali dengan penampilan tarian flash mob dari siswa-siswi kelas X SMK Bangun Bangsa Mandiri Kandanghaur kemudian dilanjutkan denngan iring-iringan 15 tumpeng ke atas panggung. Lima belas tumpeng tersebut sebagai simbol usia SMK Bangun Bangsa Mandiri Kandanghaur sekarang.



Tak lupa pembacaan puisi oleh Kepala SMK Bangun Bangsa Mandiri Kandanghaur, Bpk. Hasan Haririe, S. Pd. I. Di dalam puisinya, beliau menceritakan perjuangan para pejuang sejati yang ingin mewujudkan  mimpi, membangun bangsa mandiri melalui SMK Bangun Bangsa Mandiri Kandanghaur ditengah keterbatasan sumber daya. Namun, pada usia lima belas usaha pejuang sejati tanpa pamrih mulai terlihat dan siap untuk lebih mengepakan sayap jauh melewati batas mimpi lama.  Acara selanjutnya setelah itu adalah pemotongan tumpeng, sebagai bagian kegiatan yang sakral, pemotongan tumpeng dilakukan oleh Bpk. Abdul Hadi, S. Pd. I. selaku Wakil Yayasan Bangun Bangsa Mandiri dan Bpk. Hasan Haririe, S. Pd. I. selaku Kepala SMK Bangun Bangsa Mandiri Kandanghaur.






Pada acara puncak, selain upacara ceremonial juga dimeriahkan oleh kegiatan PENSI dan pembagian hadiah juara lomba turnamen futsal, karaoke tarling, tari tradisional dan qosidah serta acara paling ditunggu yaitu surak atau gawur sebesar Rp. 1.500.000,- sebagai bentuk rasa syukur dan terima kasih kepada warga sekolah dan masyarakat sekitar yang sudah memberikan kepercayaan kepada sekolah. Kesuksesan acara ini tak luput dari peran warga sekolah, masyarakat sekitar juga beberapa sponsor diantaranya Telkomsel, Yamaha JG Motor Karangsinom, LPK Dhimia JLP Jepang, Cleo, As Moreli, BBM Studio, BBM Net dan Mandiri Motor. Serta di dukung oleh Ultras Mandiri, OSIS SMK Bangun Bangsa Mandiri Kandanghaur, Metaforasa, Gerakan Literasi Sekolah SMK BBM, Sedulur SMK BBM, Pepeling, BKK SMK BBM, Pramuka SMK BBM, Sanggar Tari SMK BBM, Volley Ball SMK BBM, dan Rohis SMK BBM.

Ditulis oleh, Redaksi Metaforasa