Rabu, 27 Januari 2021

MAWAR BERDURI

 "Cintaku bagaikan mawar, indah tapi menyakitkan"

Namaku Yogas. Aku bersekolah di SMA Garuda. Aku pernah menyukai seseorang. Kana namanya. Seorang perempuan secantik bunga mawar yang pernah aku kira akan menetap dihatiku. Namun ternyata hanya sekedar singgah dan hanya meninggalkan luka. Kisah cintaku ini dimulai dari bangku kelas XII IPA 1, sedangkan dia saat itu duduk di kelas XII IPS 2. Pertemuan ku dengannya dimulai hari itu. Hari dimana dia menolongku ketika aku sedang benar-benar terpuruk. Dia membuatku bangkit dan mengajarkanku untuk selalu mensyukuri hidup yang telah Tuhan berikan untukku.

“Jangan pernah menyerah ya, karena hidupmu masih panjang. Kamu harus bersyukur loh masih punya orang tua yang lengkap. Banyak orang di luar sana yang bahkan tidak mempunyai orang tua. Jadi bersyukurlah.” Sederet kalimat ajaib yang mampu menyejukan hatiku keluar dari bibir manisnya. Saat itu aku sedang dalam keadaan yang entah aku sendiri pun tidak mengerti.

 Kalimatnya membuatku tersadar, bahwa bagaimanapun hidup yang kita jalani harus di syukuri.

“Gimana keadaan kamu sekarang? udah lebih baik dari kemarin kan?” Tanya Kana padaku, siang itu.

“Udah kok,makasih buat yang kemarin.” Jawabku.

“Iya sama-sama. Santai aja.” Ucapnya pelan dengan seulas senyuman di wajahnya.

Setelah kejadian tersebut aku dan dia menjadi dekat. Menghabiskan jam istirahat bersama, membaca buku di perpus bersama dan melakukan hal kecil lainnya. Hal tersebut membuat warga sekolah terkadang mengira kami berpacaran. Di tambah, dia sering sekali memberiku perhatian lebih layaknya orang pacaran. Semenjak itu aku mulai merasakan ada yang aneh dengan perasaan ku. Ada rasa yang berbeda setiap aku dekat dengannya, Aku selalu merasa nyaman bersamanya. Segala perhatian yang diberikan seperti energi positif terhadap kehidupanku. Aku semakin memahami dengan keanehanku, bahwa aku mulai memiliki rasa untuknya. Rasa mencintai yang dirasakan anak muda pada umumnya. Namun, seiring waktu berjalan, rasa itu semakin menjadi. Bahkan, terkadang aku tidak menyadari bahwa cinta dapat membutakan segalanya. Sekarang terjadi padaku, seharusnya aku tidak menaruh perasan sedalam ini untuknya. aku mencintai orang yang seharusnya tidak aku cintai sedalam ini.

Hari itu aku memberanikan diri untuk memberikannya sebuah surat yang telah ku tuliskan seluruh perasaanku padanya. Aku ingin mengungkapkan perasaanku yang sebenarnya.

“Kana, aku punya sesuatu buat kamu." Kataku dengan gugup.

“O ya apa itu?” Tanyanya dengan raut wajah yang penasaran.

Aku mengeluarka surat itu dari saku celanaku dan dengan hati-hati ku berikan padanya “Ini. tapi kamu bacanya di dalam kelas aja ya jangan disini.” Kataku kemudian pergi setelah melihat anggukan kepalanya tanda setuju.

 

Kana aku nggak tau harus mulai darimana dulu,

Kana,

Kamu yang datang tanpa suara

Kamu yang kini ada dihati

Dulu kita adalah sepasang orang asing yang tak saling mengenal

Dan dipertemukan karena cinta

Kana,

Kamu adalah penerang dalam hidupku

Ketika keadaan terburukku

Yang aku sendiripun tidak tahu harus apa

Tapi kamu memberiku semangat

Memberi aku kehidupan

Kana,

Kamu adalah sosok yang aku butuhkan saat ini

Jujur aku ingin mengungkapkan perasaan ini

Perasaan yang akhir-akhir ini mengganggu tidur ku tiap malamnya

Aku mencintaimu.

Jangan pernah tanya kenapa perasaan ini bisa ada

Karena aku sendiripun tidak tahu...

Tapi aku benar-benar sayang kepadamu

Ingin rasanya menjadi pelindungmu

Ingin rasanya selalu ada untuk mu

Ingin rasanya menjadi tempatmu bercerita.

...

Yogas

 

Kana hanya terdiam. Dia bingung dengan apa yang barusan dia baca. Perasaan Yogas padanya. Padahal, selama ini dia hanya menganggap lelaki itu hanya teman. Teman yang sedang membutuhkan pertolongan tidak lebih. Tapi Yogas...?

Perasaan bersalah menyelimuti hati Kana. Perasaan sepenuhnya bukan pada Yogas melainkan lelaki bernama Eric, siswa kelas 12 IPA 2. Tapi apa yang harus dia lakukan? Apa yang harus dikatakan pada Yogas agar tidak menyakiti hati lelaki tersebut? Sedangkan baru saja kemarin Eric menyatakan perasaannya padaku, dan aku tentu saja menerimanya karena aku menyukainya.

“Aku benar-benar bingung, apakah aku harus berbicara pada Eric tentang ini? Mungkin saja dia punya solusi. Baiklah, setelah pulang sekolah ini aku akan menceritakannya pada Eric.” Kana berbicara pada dirinya sendiri.

Sementara itu disisi lain, Yogas dengan hati penuh harap menunggu kabar dari Kana.

“Gas, sebelumnya aku minta maaf. Aku ngga bisa nerima kamu.” Kata Kana pada Yogas, di dampingi Eric, kekasih Kana.

Yogas terdiam mendengar perkataan Kana.

“Selama ini, aku hanya menganggpmu temanku. Teman baikku. Dan... Lagi pula aku sudah jadian sama Eric. Jadi, maaf...” Kana menatap Yogas yang masih memilih diam. Harpan Yogas sia-sia. Langit seperti runtuh saat itu juga. Sekilas dia melirik Eric yang disamping Kana. Yogas berusaha untuk tersenyum meski getir.

“Ya, tak apa.” Akhirnya Yogas membuka mulutnya meski dengan suara lirih. “Tak apa, aku mengerti. Aku saja yang terlalu berharap dan berimajinasi tinggi. Aku ucapkan selamat kepada kalian. Semoga kalian bahagia.” Kata Yogas, sejenak kemudian berlalu meninggalkan Kana dan Eric dengan penuh rasa kasihan pada lelaki tersebut.

 

Namun, semua telah temui sisi sunyi

Saat kau pergi tinggalkan diri

Dimana janji yang kau untai

Tuk arungi kisah yang kian lunglai

 

Kau hanya pembohong keji

Dengan kata sembunyikan arti

Janji itu telah berakhir

 

Tertusuk mawar berduri

Yang kau balut begitu rapi

Hingga aku sadari

Kini,

Cintamu hanyalah sunyi

 

Selesai ─.

 

 

Ditulis oleh, Angelica Aura Putri, Putri Winenti, Shela Enjellika dan Yesa Agista

PROFIL KETUA BURSA KERJA KHUSUS SMK BANGUN BANGSA MANDIRI KANDANGHAUR

 


Puad, S. T., Lahir pada tanggal 06 Juni 1979, di Indramayu tepatnya di Desa Rancahan Blok Plasah. Beliau yang kerap disapa Pak Puad, terlahir dari keluarga yang dibilang kurang mampu. Kedua orang tua beliau hanya seorang buruh tani biasa dengan penghasilan pas-pasan. Namun, dengan latar belakang orang tua yang seperti itu tidak menyurutkan beliau untuk mengenyam pendidikan meskipun ketika belajar di malam hari beliau dihadapkan dengan ruangan yang hanya bercahaya lampu minyak.  Sehinggan beliau mampu menamatkan pendidikan dasarnya di SD Pranggon II Kec. Arahan dan lulus pada tahun 1992.

Setelah lulus dari jenjang sekolah dasar, beliau pindah domisili dan melanjutkan pendidikan pertamanya di MTS GUPPI Manggungan, lulus pada tahun 1995. Namun, dikarenakan kondisi perekonomian keluarga beliau pada saat itu kurang mampu, beliau memutuskan untuk tidak melanjutkan sekolah ke jenjang sekolah menengah atas seperti temannya yang lain.

Lulus dari sekolah menengah pertamanya, sekitar tahun 1996 untuk meringankan beban keluarganya beliau bekerja sebagai pedagang asongan, berkeliling dari rumah ke rumah di daerah Rajasinga, Terisi. Dikarenakan penghasilan yang sedikit, beliau kemudian mencoba berdagang di Tanggerang, sekitar tahun 1996 namun hal tersebut tidak bertahan lama hanya sekitar empat bulan. Berbekal ijazah MTS dan tekad kuat agar memiliki kehidupan yang lebih baik, setelah tidak lagi bekerja di Tanggerang, beliau diajak oleh pamannya bekerja di sebuah pabrik meubel sekitar delapan bulan karena pada saat itu perekonomian negara sedang terkena krisis moneter. Sehingga berdampak pula pada perusahaan yang mengakibatkan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) karyawan secara masal. Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dari tempatnya bekerja, tidak membuat beliau menyerah untuk memiliki kehidupan yang lebih baik. Beliau akhirnya mencari kerja serabutan untuk menghasilkan uang, pekerjaan yang dijalani beliau saat itu sebagai kuli bangunan. Namun, setelah dirasa bahwa pekerjaannya tidak cukup memenuhi kebutuhan, beliau memutuskan untuk kembali ke kampung halaman.

Pada tahun 1999 berbekal ijazah MTS, beliau melamar pekerjaan di MIS Hidayatul Muttaqien, Plasah sebagai Staf Tata Usaha. Beliau mengabdi selama 18 tahun dan selama itu keinginan untuk melanjutkan sekolah menengah atasnya tidak pernah surut, namun terkendala dengan usia sehingga melanjutkan pendidikan menengahnya melalui belajar non reguler atau sekolah paket C, selama tiga tahun. Selain itu, pada tahun 2003 beliau pun mulai mengajar di tingkat Sekolah Dasar, tepatnya di Desa Rancahan Blok Plasah Kec. Gabuswetan  dengan berbekal ijazah non regulernya. Hal tersebut menjadi pengalaman pertama beliau dalam dunia pendidikan.

Setelah lulus menempuh pendidikan menengahnya, pada tahun 2005 beliau kemudian melanjutkan pendidikan tingginya di STAIS Dharma Kusuma dengan mengambil program studi PGSD. Kesabaran dan kegigihannya membuahkan hasil, tepat pada tahun 2007 beliau mendapatkan gelar D2. Namun, kehausannya akan ilmu tidak menghentikan semangat belajarnya di jenjang Diploma Dua saja. Pada saat itu, beliau tengah tertarik dengan teknologi sehingga memutuskan untuk mengambil kuliah S1 pada program studi Teknik Informatika di STT Pelita Bangsa Cikarang. Sadar akan kondisi orang tua yang kurang mampu, demi cita-citanya beliau memutuskan hanya meminta restu kepada kedua orang tuanya untuk melanjutkan pendidikan Strata Satunya tanpa menuntut sedikitpun untuk membiayai pendidikan sekolah tingginya. Dilatarbelakangi dengan kondisi seperti itu, tak sedikit banyak cibiran dari orang-orang sekitar yang merendahkan keputusannya. Namun hal tersebut tidak memadamkan semangat belajarnya untuk meraih pendidikan yang lebih tinggi, yang umumnya hanya dijangkau mereka yang terlahir dari keluarga mampu. Sehingga pada akhirnya beliau menjalankan kuliah sambil bekerja. Selain membiayai sekolahnya sendiri, beliau pun dapat menyisihkan sebagian penghasilannya untuk biaya kebutuhan sehari-hari kedua orang tuanya.

Semangat juangnya untuk memiliki masa depan yang cerah semakin menunjukan hasil. Setelah mendapat gelar Sarjana Teknik, beliau mulai bekerja  freelance di percetakan sebagai desain grafis. Pengalaman mengajarnya dulu, membuatnya melamar pekerjaan di dunia pendidikan kembali. Pada tahun 2017 beliau melamar di SMK Bangun Bangsa Mandiri Kandanghaur sebagai guru mata pelajaran Animasi 2D dan 3D dan Desain Media Interaktif di kejuruan Multimedia dan Gambar Teknik Otomotif di kejuruan Teknik Bisnis Sepeda Motor serta dipercaya kepala sekolah untuk menjadi wali kelas XI Multimedia. Selama menjadi tenaga pendidik di SMK Bangun Bangsa Mandiri Kandanghaur, beliau pun pernah menjabat sebagai Wakil Kepala Program Studi Multimedia. Namun di tahun 2020 beliau dipercaya memangku jabatan Ketua Bursa Kerja Khusus (BKK), yaitu unit pelaksanaan yang memberikan pelayanan dan informasi lowongan kerja, pelaksanaan pemasaran, penyaluran dan penempatan tenaga kerja untuk para peserta didik SMK Bangun Bangsa Mandiri Kandanghaur yang telah lulus sekolah.



“Ketika kamu ingin meraih sesuatu, yakinlah kepada kemampuan diri. Kalau tidak yakin, kamu tidak akan mencapainya. Sebagai contoh, katakanlah sampah. Bagi orang yang tidak mengerti bahwa sampah yang dibuang masih memiliki kegunaan, pasti akan disepelekan tapi berbeda lagi bagi orang yang kreatif. Sampah adalah sebuah karya, dan jika digeluti akan menjadi sesuatu yang besar dan berguna”. Terang beliau memberikan motivasi untuk peserta didiknya dalam wawancara siang itu.

 

Ditulis oleh, Ahmad Alfarizi, Iik Candra dan Mahmudin

Sabtu, 28 November 2020

SITU BOLANG

Hari itu dia mengajakku untuk pergi jalan ke tempat wiasata yang sekarang tengah digandrungi oleh anak-anak muda di Indramayu seusia kami. Ya, Situ Bolang. Tanpa pikir panjang, dengan anggukan kepala cepat ku setujui ajakannya. “Mari berangkat!” Ajaknya sangat senang. Esoknya, kami pun siap pergi yang sebelumya berkemas dengan penampilan ala kadarnya. Kami tidak berdua. Kami pergi bersama dengan dua teman kami yang lainnya.

Bermodal sepeda motor butut ala anak muda, dia memboncengku dengan pelan dan hati-hati. Sepanjang perjalanan, kami banyak bercerita. Tentang masalah ini, itu bahkan menceritakan perilaku salah satu orang yang tidak kami sukai. Perjalanan yang cukup jauh dan memakan waktu, mengingat usia si kuda besi yang kami tunggangi, kami memutuskan berhenti sejenak melepas dahaga. Es tebu dipinggir jalan menjadi pilihan kami.  Seketika panas dan lelah saat itu hilang setelah meneguk es tebu si ibu penjual tersebut Menyegarkan. Membuat energi untuk melanjutkan perjalanan muncul lebih Kkkk~ :D

Di perjalanan kami menjumpai sebuah mobil bak terbuka yang membawa papan besar dan karen. Karena kencangnya angin, tiba-tiba papan itu melayang jatuh di tengah-tengah jalan. Secara sigap, di menghentikan laju motor dan menyuruh kami turun untuk membantu mengangkat papan agar tidak terinjak oleh kendaraan lain. Aku tersenyum melihat kesigapan perilakunya.

Perjalanan yang cukup jauh. Akhirnya kami pun sampai di tujuan. Sejenak beristirahat sebelumakhirnya kami berswap foto dengan pemandangan Situ Bolang yang menyegarkan mata. Aku hanya duduk diam melihat kedua temanku asik dengan kameranya masing-masing menunggu dia yang pergi membelikan kami minuman.

Hampir berjam-jam kami menghabiskan waktu di tempat tersebut. Sudah dirasa membosankan, kami memutuskan berpindah tempat di area jalan wisata tersebut. Sebelumnya kami biasa saja, tertawa sembari melihat-lihat hasil jepretan kami tadi. Tapi, beberapa detik kemudian kami dikejutkan dengan seseorang yang menegur kami dengan suara yang sangat keras.

“Kamu lagi apa di sini?!” Tanya orang tersebut dengan nada yang sangat tidak bersahabat membuat kami hampir terlonjak kaget dari pijakan.

“Sudah dikasih motor bukannya buat sekolah, malah keluyuran ke mana-mana!” Lanjutnya orang tersebut, yang ternyata saudara sepupu laki-laki temanku. “Bilangnya berangkat ekstrakurikuler. Eh nyatanya buat jalan-jalan...!” masih dengan nada marah, sepupu temanku memarahi kami habis-habis. Kami hanya tertunduk diam tanpa berani melawan. Setelah hampir setengah jam kami dimarahi, kami disuruh pulang saat itu juga. Di perjalanan pulang kami membicarakan kejadian ketika dimarahi tadi. Ada rasa bersalah, kesal, lucu dan memalukan yang kami rasakan. Sebenarknya, salah kami juga telah berbohong kepada orang di rumah. Kami sepakat berjanji untuk tidak mengulanginya.

Hari semakin sore, aku pun sampai di rumah dengan aman, dengan jinjingan kantong plastik berisi sekotak seblak. Ya seblak. Makanan kesukaanku. Dia membelikanku dalam perjalanan pulang tadi. Terima kasih, sudah membuat hariku menyenangkan.

End.

Karya Khofifah

CEMILAN DAN SECANGKIR KOPI

Di malam yang sunyi ini ku hanya bisa menyendiri

Di sudut ruang yang sepi

Meratapi setiap masalah dan problema

di kehidupan yang menyedihkan ini

Tak ada menemani

Selain cemilan gurih dan manisnya secangkir kopi

Sedikir memperindah malah yang ku lalui

Meski nyatanya pedih

Terimakasih cemilan dan secangkir kopi

Denganmu aku bisa melewati

Malam kelam penuh canda seri

...

Karya, Muhammad Awal

PROFIL KEPALA PROGRAM STUDI TEKNIK BISNIS SEPEDA MOTOR SMK BANGUN BANGSA MANDIRI KANDANGHAUR


Abdul Kodir, lahir di Indramayu pada tanggal 08 April 1986 tepatnya di Desa Sekarmulya Kec. Gabus Wetan. Beliau terlahir dari keluarga wirausaha  yang berkecukupan. Alm. ayahnya adalah seorang wirausaha yang mendirikan usaha kecil di rumahnya sendiri. Sedangkan, ibunya hanya ibu rumah tangga biasa pada umumnya. Meski disibukan dengan pekerjaannya, semasa hidupnya, ayah beliau mendidik semua anaknya dengan keras agar mampu hidup mandiri. Ketika ayah beliau meninggal, beliau dan kelima saudaranya diasuh oleh ibunya. Meski sendirian, ibu beliau mendidik keenam anaknya dengan baik. Mengajarkan beliau dan saudaranya untuk hidup mandiri, disiplin dan bekerja keras seperti yang dulu diajarkan Alm. suaminya kepada anak-anaknya.

Beliau menempuh pendidikan dasarnya di SD Negeri VI Gabus Kulon dan lulus pada tahun 1999. Kemudian beliau melanjutkan pendidikannya di SMP Negeri 1 Gabus Wetan dan lulus pada tahun 2003. Sedangkan untuk pendidikan menengahnya beliau melanjutkan di SMA 1 Kroya. Namun, dikarenakan pada saat itu terhambat biaya serta tuntutan keluarga untuk menjadi kepala keluarga menggantikan ayahnya, beliau tidak melanjutkan kejenjang perguruan tinggi seperti teman-teman lainnya pada saat itu.

Selepas lulus dari SMA beliau memutuskan untuk bekerja dirumah dengan mendirikan usaha kecil-kecilan yaitu bengkel dan  servis elektronik. Karena beliau  seorang pekerja keras, beliau dipercaya oleh kepala SMK BBM Kandanghaur untuk mengajar sebagai guru produktif pada bidang keahlian Teknik Bisnis Sepeda Motor. Selang setahun masa kerjanya, beliau kembali dipercaya menjadi Kepala Program Studi Teknik Bisnis Sepeda Motor hingga sekarang.

Pengalaman selama mengajarnya, beliau sempat mengikuti pelatihan guru di Yamaha pada tahun 2018 dan mendapatkan sertifikat Bronz dari Yamaha, sertifikat tersebut diperuntukan untuk Standart Kelas Mekanik Yamaha Tingkat Awal. Pada saat itu beliau mempunyai rencana bahwa empat tahun yang akan datang, beliau ingin melanjutkan pendidikannya kejenjang perguruan tinggi dan rencana tersebut terwujud di tahun ini. Kini beliau tengah belajar untuk mendapat gelar sarjanannya di Sekolah Tinggi Sains Nahdlatul Ulama (STS NU) Losarang.




Beliau yang pekerja keras dan memiliki kreatifitas tinggi, memberikan banyak pelajaran untuk kita. Bahwa pangkat maupun pendidikan yang tinggi tidak menjanjikan untuk membuat seseorang sukses. Kreatifitas, kemampuan dan kesuksesan beliau sejak muda yang hanya tamatan sekolah menengah atas dapat sejajar dengan para sarjana tinggi. “Syukuri apa yang telah kita miliki, tidak semua orang bisa memiliki apa yang sekarang kita miliki.” Tutur beliau dalam wawancara. Oleh karena itu, beliau pun berpesan untuk siswa-siswi SMK Bangun Bangsa Mandiri Kandanghaur agar jangan pernah malu dengan apa yang kita miliki harus  tetap semangat belajar dan jangan pernah putus asa karena cita-cita kelak bisa kita raih.



Ditulis oleh: Putri Winenti, Shela Enjelika dan Neng Kuliah

Kamis, 12 November 2020

PROFIL KEPALA PROGRAM STUDI MULTIMEDIA SMK BANGUN BANGSA MANDIRI KANDANGHAUR



Pais Sani Indrayuda, Kepala Program Studi Multimedia SMK Bangun Bangsa Mandiri Kandanghaur lahir di Solo, 22 April 1994. Beliau yang kerap disapa Pak Pais, terlahir dari keluarga yang kurang mampu. Ayahnya seorang supir bus, sedangkan ibunya seorang ibu rumah tangga biasa. Kedua orang tuanya asli dari Kota Solo, Jawa Tengah. Beliau adalah anak pertama dari tiga bersaudara. Kedua adiknya terdiri dari satu perempuan dan satu laki-laki. Sejak kecil beliau di didik kedua orang tuanya untuk saling menyayangi dan selalu bersikap adil serta sabar menghadapi adik-adiknya. Dari latar belakang keluarga yang seperti itu membuat jiwa kemandirian beliau tertanam sejak kecil.

Beliau mulai pendidikan sekolah dasarnya di Solo, Jawa Tengah. Namun, ketika baru menginjak bangku kelas tiga sekolah dasar, beliau memutuskan berhenti sekolah lantaran ibunya meninggal dunia. Semenjak itu, beliau dan adik-adiknya hidup dengan ayahnya yang hanya bekerja sebagai seorang supir bus. Hingga tidur dan makan pun di bus. Kehidupan yang seperti itu beliau jalani selama tiga tahun. Hingga pada usia beliau sembilan tahun, beliau pindah ke Indramayu, Jawa Barat mengikuti ayahnya. Disana, beliau hidup bersama neneknya dan melanjutkan pendidikan dasarnya atas dorongan neneknya. Selama bersekolah, beliau pernah juara cerdas cermat Matematika tingkat kabupaten sehingga membuat beliau mendapatkan beasiswa penuh selama mengenyam pendidikannya di sekolah dasar. Namun, sangat disayangkan, karena masalah keluarga, kembali beliau berhenti sekolah. Namun dengan tekad yang keras akhirnya beliau lulus sekolah dasarnya di SDN 1 Gabuswetan pada tahun 2008. Kemudian melanjutkan sekolah ke MTS Guppi Gabuswetan dan lulus pada tahun 2011.

Pada saat itu, dengan kendala jarak yang cukup jauh dari tempat tinggalnya serta kekurangan uang saku, membuat beliau menetap sementara sekaligus menjadi pengurus dan marbot masjid sekolah tersebut. Sehingga, ketika beliau melanjutkan pendidikan sekolah menengah atas di SMK Bangun Bangsa Mandiri Kandanghaur dan megambil Program Studi Teknik Komputer dan Jaringan, menetap di sekolah sudah tidak terasa asing lagi. Kehidupan seperti itu beliau jalani sampai beliau lulus dari SMK Bangun Bangsa Mandiri Kandanghaur pada tahun 2014.

Berbekal keuletan selama menjadi siswa, setelah lulus dari sekolah menengah atasnya, meski tidak berlangsung lama, beliau juga memiliki pengalaman bekerja sebagai tenaga administrasi di LPK Bahasa Korea yang ada di Desa Gembreng. Setelah itu, beliau dipercaya kepala SMK Bangun Bangsa Mandiri Kandanghaur untuk bekerja sebagai Laboratory Assistant (Laboran) Program Studi Multimedia. Kemudian menikah di tahun 2015 dan menetap di Desa Gabus Kulon bersama istrinya.

Melihat kerja keras serta tanggung jawabnya selama menjadi Laboran, kepala SMK Bangun Bangsa Mandiri Kandanghaur kembali menaruh kepercayaan kepada beliau untuk menjadi Staf Tata Usaha. Namun, pengalaman mengajarnya di dapat secara tidak sengaja. Pada saat itu beliau hanya menjadi guru pengganti salah satu guru produktif Multimedia yang tengah mengambil cuti mengajar. Sehingga pada tahun 2016, berbekal dari pengalamannya tersebut akhirnya beliau diangkat menjadi guru tetap produktif Multimedia sampai sekarang.



Pada proses kegiatan belajar mengajar, menurut beliau para siswa lebih cepat memahami penugasan praktik dibandingkan berpikir menyerap dan menjelaskan materi bahkan mengerjakan tugas-tugas dalam buku. “Dalam praktik, siswa lebih cepat paham karena jika tidak bisa melakukan percobaan dapat diulang kembali. Sedangkan dalam proses penyerapan materi yang dijelaskan oleh guru, masih banyak siswa yang tidak paham karena apa yang dijelaskan terkadang tidak bisa diulang kembali.” Tutur beliau dalam wawancara siang itu.

Usaha tidak akan pernah mengkhianati hasil, mungkin itulah yang dirasakan beliau saat ini. Tahun 2019 beliau resmi memangku jabatan Kepala Program Studi Multimedia tanpa melepas jabatannya sebagi Staf Tata Usaha dan pengajar sampai sekarang. Menilik kembali latar belakang beliau, semenjak mengenyam pendidikan di SMK Bangun Bangsa Mandiri Kandanghaur sampai memilih mengabdikan dirinya disana, beliau merasakan bahwa apa yang menjadi motto sekolah tersebut, “Memutus Garis Kemiskinan, Mengawal Potensi Anak Bangsa” benar-benar berdampak terhadap dirinya sendiri sebagai alumni sekolah tersebut. Dimana beliau telah menemukan potensi dirinya di bidang ilmu desain Multimedia. Beliau pun berharap SMK Bangun Bangsa Mandiri Kandanghaur menjadi sekolah terdepan, sukses dan tetap mempertahankan mottonya.


Ditulis oleh: Wisnasari dan Siti Badriah


Sabtu, 07 November 2020

PERINGATAN HARI SANTRI NASIONAL TAHUN 2020 DI SMK BANGUN BANGSA MANDIRI KANDANGHAUR

        Hari Santri Nasional ditetapkan lewat Keputusan Presiden Nomor 22 Tahun 2015 tentang penetapan 22 Oktober sebagai Hari Santri Nasional. Penetapan 22 Oktober sebagai Hari Santri Nasional itu terkait dengan peranan para santri dalam melawan Belanda saat agresi militer kedua. Untuk memperingati jasa para santri tersebut, beberapa sekolah turut merayakan Hari Santri Nasional, sebut saja SMK Bangun Bangsa Mandiri Kandanghaur.




        Seperti sudah menjadi sebuah rutinitas setiap tahunnya, SMK Bangun Bangsa Mandiri Kandanghaur menggelar upacara dan nonton bareng film “Sang Kiai” untuk memperingati momen tersebut. Bagi SMK Bangun Bangsa Mandiri Kandanghaur sendiri, Hari Santri merupakan momentum penting untuk menumbuhkan rasa keberagamaan berbangsa dan bertanah air. Ada banyak nilai dan karakter yang bisa ditiru oleh siswa dari para santri, di antaranya budaya mengaji dan mengkaji. Namun, di tahun 2020 ini SMK Bangun Bangsa Mandiri Kandanghaur tidak dapat menggelar upacara seperti tahun-tahun sebelumnya dikarenakan Covid-19.



        Di tahun ini, SMK Bangun Bangsa Mandiri Kandanghaur menggelar kegiatan siraman rohani yang hanya diikuti siswa kelas X saja untuk memperingati Hari Santri tersebut. Bpk. Dr., H. Masduki Duryat, sebagai tamu undangan acara tersebut memaparkan tentang pelajar dan lingkup pergaulannya di masa modern. Namun, sebelum menjalankan kegiatan Hari Santri, seperti biasa seluruh siswa melaksanakan shalat dhuha terlebih dahulu. Setelah selesai, seluruh siswa langsung mengisi daftar hadir kemudian memasuki ruangan yang sudah disiapkan. Sebelum acara ini dimulai, tak lupa eskstrakurikuler hadroh SMK Bangun Bangsa Mandiri Kandanghaur pun ikut memeriahkan acara tersebut.



        Acara berjalan lancar sesuai dengan harapan, bahkan beberapa siswa megajukan pertanyaan terkait dengan materi penceramah yang disampaikan. Hingga ke penghujung acara, ditutup dengan nonton bareng film “Sang Kiai”, dimana film tersebut terdapat pesan tersirat bahwa kita harus Selalu bersyukur dan tidak takut akan rezeki, melawan segala bentuk kemungkaran, mengutamakan adab kepada guru, menghormati dan memuliakan guru dan juga selalu berjuang untuk menjaga bangsa dan negara.


Ditulis oleh Shela Enjelika