Rabu, 27 Januari 2021

PROFIL KETUA BURSA KERJA KHUSUS SMK BANGUN BANGSA MANDIRI KANDANGHAUR

 


Puad, S. T., Lahir pada tanggal 06 Juni 1979, di Indramayu tepatnya di Desa Rancahan Blok Plasah. Beliau yang kerap disapa Pak Puad, terlahir dari keluarga yang dibilang kurang mampu. Kedua orang tua beliau hanya seorang buruh tani biasa dengan penghasilan pas-pasan. Namun, dengan latar belakang orang tua yang seperti itu tidak menyurutkan beliau untuk mengenyam pendidikan meskipun ketika belajar di malam hari beliau dihadapkan dengan ruangan yang hanya bercahaya lampu minyak.  Sehinggan beliau mampu menamatkan pendidikan dasarnya di SD Pranggon II Kec. Arahan dan lulus pada tahun 1992.

Setelah lulus dari jenjang sekolah dasar, beliau pindah domisili dan melanjutkan pendidikan pertamanya di MTS GUPPI Manggungan, lulus pada tahun 1995. Namun, dikarenakan kondisi perekonomian keluarga beliau pada saat itu kurang mampu, beliau memutuskan untuk tidak melanjutkan sekolah ke jenjang sekolah menengah atas seperti temannya yang lain.

Lulus dari sekolah menengah pertamanya, sekitar tahun 1996 untuk meringankan beban keluarganya beliau bekerja sebagai pedagang asongan, berkeliling dari rumah ke rumah di daerah Rajasinga, Terisi. Dikarenakan penghasilan yang sedikit, beliau kemudian mencoba berdagang di Tanggerang, sekitar tahun 1996 namun hal tersebut tidak bertahan lama hanya sekitar empat bulan. Berbekal ijazah MTS dan tekad kuat agar memiliki kehidupan yang lebih baik, setelah tidak lagi bekerja di Tanggerang, beliau diajak oleh pamannya bekerja di sebuah pabrik meubel sekitar delapan bulan karena pada saat itu perekonomian negara sedang terkena krisis moneter. Sehingga berdampak pula pada perusahaan yang mengakibatkan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) karyawan secara masal. Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dari tempatnya bekerja, tidak membuat beliau menyerah untuk memiliki kehidupan yang lebih baik. Beliau akhirnya mencari kerja serabutan untuk menghasilkan uang, pekerjaan yang dijalani beliau saat itu sebagai kuli bangunan. Namun, setelah dirasa bahwa pekerjaannya tidak cukup memenuhi kebutuhan, beliau memutuskan untuk kembali ke kampung halaman.

Pada tahun 1999 berbekal ijazah MTS, beliau melamar pekerjaan di MIS Hidayatul Muttaqien, Plasah sebagai Staf Tata Usaha. Beliau mengabdi selama 18 tahun dan selama itu keinginan untuk melanjutkan sekolah menengah atasnya tidak pernah surut, namun terkendala dengan usia sehingga melanjutkan pendidikan menengahnya melalui belajar non reguler atau sekolah paket C, selama tiga tahun. Selain itu, pada tahun 2003 beliau pun mulai mengajar di tingkat Sekolah Dasar, tepatnya di Desa Rancahan Blok Plasah Kec. Gabuswetan  dengan berbekal ijazah non regulernya. Hal tersebut menjadi pengalaman pertama beliau dalam dunia pendidikan.

Setelah lulus menempuh pendidikan menengahnya, pada tahun 2005 beliau kemudian melanjutkan pendidikan tingginya di STAIS Dharma Kusuma dengan mengambil program studi PGSD. Kesabaran dan kegigihannya membuahkan hasil, tepat pada tahun 2007 beliau mendapatkan gelar D2. Namun, kehausannya akan ilmu tidak menghentikan semangat belajarnya di jenjang Diploma Dua saja. Pada saat itu, beliau tengah tertarik dengan teknologi sehingga memutuskan untuk mengambil kuliah S1 pada program studi Teknik Informatika di STT Pelita Bangsa Cikarang. Sadar akan kondisi orang tua yang kurang mampu, demi cita-citanya beliau memutuskan hanya meminta restu kepada kedua orang tuanya untuk melanjutkan pendidikan Strata Satunya tanpa menuntut sedikitpun untuk membiayai pendidikan sekolah tingginya. Dilatarbelakangi dengan kondisi seperti itu, tak sedikit banyak cibiran dari orang-orang sekitar yang merendahkan keputusannya. Namun hal tersebut tidak memadamkan semangat belajarnya untuk meraih pendidikan yang lebih tinggi, yang umumnya hanya dijangkau mereka yang terlahir dari keluarga mampu. Sehingga pada akhirnya beliau menjalankan kuliah sambil bekerja. Selain membiayai sekolahnya sendiri, beliau pun dapat menyisihkan sebagian penghasilannya untuk biaya kebutuhan sehari-hari kedua orang tuanya.

Semangat juangnya untuk memiliki masa depan yang cerah semakin menunjukan hasil. Setelah mendapat gelar Sarjana Teknik, beliau mulai bekerja  freelance di percetakan sebagai desain grafis. Pengalaman mengajarnya dulu, membuatnya melamar pekerjaan di dunia pendidikan kembali. Pada tahun 2017 beliau melamar di SMK Bangun Bangsa Mandiri Kandanghaur sebagai guru mata pelajaran Animasi 2D dan 3D dan Desain Media Interaktif di kejuruan Multimedia dan Gambar Teknik Otomotif di kejuruan Teknik Bisnis Sepeda Motor serta dipercaya kepala sekolah untuk menjadi wali kelas XI Multimedia. Selama menjadi tenaga pendidik di SMK Bangun Bangsa Mandiri Kandanghaur, beliau pun pernah menjabat sebagai Wakil Kepala Program Studi Multimedia. Namun di tahun 2020 beliau dipercaya memangku jabatan Ketua Bursa Kerja Khusus (BKK), yaitu unit pelaksanaan yang memberikan pelayanan dan informasi lowongan kerja, pelaksanaan pemasaran, penyaluran dan penempatan tenaga kerja untuk para peserta didik SMK Bangun Bangsa Mandiri Kandanghaur yang telah lulus sekolah.



“Ketika kamu ingin meraih sesuatu, yakinlah kepada kemampuan diri. Kalau tidak yakin, kamu tidak akan mencapainya. Sebagai contoh, katakanlah sampah. Bagi orang yang tidak mengerti bahwa sampah yang dibuang masih memiliki kegunaan, pasti akan disepelekan tapi berbeda lagi bagi orang yang kreatif. Sampah adalah sebuah karya, dan jika digeluti akan menjadi sesuatu yang besar dan berguna”. Terang beliau memberikan motivasi untuk peserta didiknya dalam wawancara siang itu.

 

Ditulis oleh, Ahmad Alfarizi, Iik Candra dan Mahmudin

Tidak ada komentar:

Posting Komentar