Setelah lulus dari
jenjang sekolah dasar, beliau pindah domisili dan melanjutkan pendidikan
pertamanya di MTS GUPPI Manggungan, lulus pada tahun 1995.
Namun, dikarenakan kondisi perekonomian keluarga beliau pada saat itu kurang
mampu, beliau memutuskan untuk tidak melanjutkan sekolah ke jenjang sekolah
menengah atas seperti temannya yang lain.
Lulus dari sekolah menengah pertamanya,
sekitar tahun 1996 untuk meringankan beban
keluarganya beliau bekerja sebagai pedagang asongan, berkeliling dari rumah ke
rumah di daerah Rajasinga, Terisi. Dikarenakan penghasilan yang sedikit, beliau
kemudian mencoba berdagang di Tanggerang, sekitar tahun 1996 namun hal tersebut
tidak bertahan lama hanya sekitar empat bulan. Berbekal ijazah MTS dan tekad
kuat agar memiliki kehidupan yang lebih baik, setelah tidak lagi bekerja di
Tanggerang, beliau diajak oleh pamannya bekerja di sebuah pabrik meubel
sekitar delapan bulan karena pada saat itu perekonomian negara sedang terkena
krisis moneter. Sehingga berdampak pula pada perusahaan yang mengakibatkan Pemutusan
Hubungan Kerja (PHK) karyawan secara masal. Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dari
tempatnya bekerja, tidak membuat beliau menyerah untuk memiliki kehidupan yang
lebih baik. Beliau akhirnya mencari kerja serabutan untuk menghasilkan uang,
pekerjaan yang dijalani beliau saat itu sebagai kuli bangunan. Namun, setelah
dirasa bahwa pekerjaannya tidak cukup memenuhi kebutuhan, beliau memutuskan untuk
kembali ke kampung halaman.
Pada tahun 1999 berbekal ijazah MTS, beliau melamar
pekerjaan di MIS Hidayatul Muttaqien,
Plasah sebagai Staf Tata Usaha. Beliau mengabdi selama 18 tahun dan selama itu keinginan untuk melanjutkan sekolah
menengah atasnya tidak pernah surut, namun terkendala dengan usia sehingga melanjutkan
pendidikan menengahnya melalui belajar non reguler atau sekolah paket C, selama
tiga tahun. Selain itu, pada tahun 2003 beliau pun mulai mengajar di
tingkat Sekolah Dasar, tepatnya di Desa Rancahan Blok
Plasah Kec. Gabuswetan dengan
berbekal ijazah non regulernya. Hal tersebut menjadi pengalaman pertama beliau
dalam dunia pendidikan.
Setelah lulus menempuh
pendidikan menengahnya, pada tahun 2005 beliau kemudian melanjutkan pendidikan
tingginya di STAIS Dharma
Kusuma dengan mengambil program studi PGSD. Kesabaran dan kegigihannya membuahkan hasil, tepat
pada tahun 2007 beliau mendapatkan gelar D2. Namun, kehausannya akan ilmu tidak
menghentikan semangat belajarnya di jenjang Diploma Dua saja. Pada saat itu,
beliau tengah tertarik dengan teknologi sehingga memutuskan untuk mengambil
kuliah S1 pada program studi Teknik Informatika di STT Pelita Bangsa Cikarang. Sadar akan kondisi orang tua yang kurang mampu,
demi cita-citanya beliau memutuskan hanya meminta restu kepada kedua orang
tuanya untuk melanjutkan pendidikan Strata Satunya tanpa menuntut sedikitpun
untuk membiayai pendidikan sekolah tingginya. Dilatarbelakangi dengan kondisi
seperti itu, tak sedikit banyak cibiran dari orang-orang sekitar yang
merendahkan keputusannya. Namun hal tersebut tidak memadamkan semangat
belajarnya untuk meraih pendidikan yang lebih tinggi, yang umumnya hanya
dijangkau mereka yang terlahir dari keluarga mampu. Sehingga pada akhirnya beliau menjalankan
kuliah sambil bekerja. Selain membiayai sekolahnya sendiri, beliau pun dapat menyisihkan
sebagian penghasilannya untuk biaya kebutuhan sehari-hari kedua orang tuanya.
Semangat juangnya untuk
memiliki masa depan yang cerah semakin menunjukan hasil. Setelah mendapat gelar
Sarjana Teknik, beliau mulai bekerja freelance
di percetakan sebagai desain grafis. Pengalaman mengajarnya dulu,
membuatnya melamar pekerjaan di dunia pendidikan kembali. Pada tahun 2017 beliau melamar di SMK Bangun Bangsa Mandiri
Kandanghaur sebagai guru mata pelajaran Animasi 2D dan 3D dan Desain Media
Interaktif di kejuruan Multimedia dan Gambar Teknik Otomotif di kejuruan Teknik
Bisnis Sepeda Motor serta dipercaya kepala sekolah untuk menjadi wali kelas XI
Multimedia. Selama menjadi tenaga pendidik di SMK Bangun Bangsa Mandiri
Kandanghaur, beliau pun pernah menjabat sebagai Wakil Kepala Program Studi
Multimedia. Namun di tahun 2020 beliau dipercaya memangku jabatan Ketua Bursa
Kerja Khusus (BKK), yaitu unit pelaksanaan yang memberikan pelayanan dan
informasi lowongan kerja, pelaksanaan pemasaran, penyaluran dan penempatan
tenaga kerja untuk para peserta didik SMK Bangun Bangsa Mandiri Kandanghaur
yang telah lulus sekolah.
“Ketika kamu ingin
meraih sesuatu, yakinlah kepada kemampuan diri. Kalau tidak yakin, kamu
tidak akan mencapainya. Sebagai contoh, katakanlah sampah. Bagi orang yang tidak mengerti bahwa sampah
yang dibuang masih memiliki kegunaan, pasti akan disepelekan tapi berbeda lagi
bagi orang yang kreatif. Sampah adalah sebuah karya, dan jika digeluti akan
menjadi sesuatu yang besar dan berguna”. Terang beliau memberikan motivasi
untuk peserta didiknya dalam wawancara siang itu.
Ditulis oleh, Ahmad Alfarizi, Iik Candra dan Mahmudin


Tidak ada komentar:
Posting Komentar