Jumat, 28 Februari 2020

PROFIL WAKIL KEPALA HUBUNGAN MASYARAKAT DAN HUBUNGAN INDUSTRI SMK BANGUN BANGSA MANDIRI KANDANGHAUR




Ahmad Fauzi, S. Kom. Terlahir dari keluarga yang berkecukupan, ayahnya seorang Pegawai Negeri Sipil  dan ibunya seorang ibu rumah tangga biasa namun terbilang cukup sukses mendidik keempat anaknya. Pak Fauzi, begitu beliau kerap disapa, adalah anak kedua dari empat bersaudara yang semuanya adalah perempuan. Beliau lahir di Indramayu pada tanggal 20 Maret 1983 dan sekarang menetap di daerah Perum Gerbang Kencana, JL. Gatot Subroto, Indramayu.
SDN Parean Girang menjadi tempat beliau menempuh pendidikan dasarnya dan lulus pada tahun 1995, kemudian beliau melanjutkan pendidikannya di SMP Negeri 1 Kertasemaya, lulus pada tahun 1999 sedangkan untuk pendidikan menengahnya beliau melanjutkan ke SMA Muhammadiyah Cirebon, lulus pada tahun 2001. Beliau melanjutkan jenjang pendidikannya di Universitas Unikom Bandung dan mendapat gelar sarjananya pada tahun 2006, sembari menunggu gelar sarjananya, beliau pun pernah bekerja di tahun 2005.
Selepas mendapatkan gelar sarjana, beliau memutuskan untuk resign dari tempat kerja sebelumnya dan bekerja pada perusahaan yang bergerak dibidang IT Consultant yaitu Byte Computer System And Laboratories sebagai programmer selama kurang lebih sekitar tiga bulan. Setelah itu, beliau memilih bekerja di perusahaan mesin dibagian Technical Engineer yang bernama PT Grotect Mandiri tepatnya di daerah Bandung dari tahun 2006 sampai dengan tahun 2008.
Di tahun 2008 setelah memilih resign dari perusahaan PT Grotect Mandiri,  beliau memutuskan untuk pulang ke Indramayu ditunjuk dalam program pemerintah daerah sebagai ketua Unit Pengelola Kegiatan di kecamatan Kandanghaur selama lima tahun terhitung dari tahun 2008 sampai dengan tahun 2012. Namun, meski disibukan dengan tanggung jawab sebagai ketua Unit Pengelola Kegiatan, di tahun 2010 sampai dengan tahun 2012 beliau pun mengajar di SMK Negeri 1 Kandanghaur.




 Di awal tahun 2013 beliau bekerja menjadi konsultan pemberdayaan yang ditugaskan di Cirebon sampai akhir tahun 2016. Setelah beliau bekerja di konsultan, masih ditahun 2016, beliau memutuskan bekerja di Developer Indramayu tepatnya di PT Arta Mulia Sedaya kurang lebih sekitar delapan bulan. Bahkan beliau pun pernah bekerja sebagai staff IT di Akamigas Balongan, namun hanya berlangsung selama dua bulan. Kemudian beliau memutuskan untuk melamar pekerjaan sebagai guru di SMK Bangun Bangsa Mandiri Kandanghaur pada tahun 2017 sampai sekarang dengan dipercaya memangku jabatan Waka Humas/Hubin. Selain itu, beliau pun dipercaya untuk mengajar mata pelajaran Teknologi Layanan Jaringan dan Produk Kreatif Multimedia di tahun pelajaran 2019/2020 ini. Di latar belakangi oleh pengalaman kerja yang sangat luas, pada 2 Oktober 2018 bersama teman-temannya beliau mendirikan perusahaan yang bergerak di bidang IT. Pada akhir wawancara siang itu, beliau berpesan untuk siswa/siswi SMK Bangun Bangsa Mandiri Kandanghaur,  ‘’Jadikan dirimu unik dan berharga.” pesan beliau, menutup wawancara.

Selasa, 21 Januari 2020

PROFIL WAKIL KEPALA BIDANG KURIKULUM SMK BANGUN BANGSA MANDIRI KANDANGHAUR


Karyono S.Pd, wakil kepala bidang kurikulum SMK Bangun Bangsa Mandiri Kandanghaur sekaligus guru Bahasa Korea dan guru piket PTK. Beliau yang kerap disapa dengan Pak ayo, terlahir dari keluarga yang sederhana namun mampu menembus ke jenjang perkuliahan S1. Lahir tanggal 24 Februari 1985, beliau sejak kecil dididik oleh kedua orang tuanya untuk selalu bekerja keras, disiplin dan juga jujur. Kesederhanaan tersebut mampu menumbuhkan semangat kedisplinan pada diri beliau.


Beliau memulai pendidikan dasar di SD Wirakanan II dan lulus tahun 1997, setelah itu beliau melanjutkan ke jenjang SMP N 1 Kandanghaur dan lulus pada tahun 2000, kemudian beliau melanjutkan ke SMUN 1 Kandanghaur dan lulus pada tahun 2003. Selesai dengan pendidikan menengahnya, beliau memutuskan untuk bekerja di kota Bekasi tepatnya di Cibitung di PT. Yamaha Musik yang pada saat itu memproduksi piano pada tahun 2004-2006. Dirasa pendidikan begitu penting untuk bekal kelak, beliau memutuskan melanjutkan pendidikannya di Universitas Wiralodra dengan mengambil program studi Pendidikan Bahasa Inggris dan mendapat gelar sarjananya pada tahun 2011. Sekali mendayung dua pulau terlampaui, begitulah yang dilakukan beliau ketika mengenyam pendidikan S1-nya. Sambil belajar Bahasa Inggris, beliau pun mengajar di SMK NU Tegal Pelem di tahun 2009 kemudian mengikuti kursus Bahasa Korea dari bulan Januari-April tahun 2011, dan mengajar di LPK Al-Amin dari Juli 2011 sampai dengan Maret 2012.


Di tahun 2012 juga beliau memutuskan untuk bekerja di Korea kurang lebih 3 tahun, dan kembali ke tanah air pada tahun 2015. Keputusan beliau bekerja di Korea mendapat dukungan dari kedua orang tuanya. Pasalnya, keuntungan di Korea lebih besar dari pada keuntungan di Indonesia. Pada saat itu pun beliau mempunyai pemikiran yang sama dengan kedua orang tuanya, bahwa perusahan Korea lebih luas dan besar dari pada perusahaan di Indonesia tetapi ternyata pemikirian beliau salah, yang besar hanyalah gajinya jika dirupiahkan di Indonesia.






Sepulangnya beliau ke tanah air, beliau memutuskan untuk melamar kerja di beberapa sekolah dengan mengandalkan ijazah S1 Program Studi Bahasa Inggris-nya. Beliau pernah melamar dan menjadi guru di SMPN Satu Atap 2 Terisi setelah itu beliau di terima di SMK Bangun Bangsa Mandiri Kandanghaur pada tahun 2015 sampai sekarang.


Berkat kedisplinan dan rasa tanggung jawabnya yang tinggi, beliau dipercaya oleh kepala SMK Bangun Bangsa Mandiri Kandanghaur untuk mengajar Bahasa Inggris dan Bahasa Korea sekaligus menjadi wakil kepala bidang kurikulum dan guru piket PTK. “Kita harus selalu bekerja keras dengan cepat, jujur, tepat waktu dan disiplin.” Pesan beliau diakhir wawancara.

AGAR TERHINDAR DARI SIFAT MALAS


Malas adalah sifat yang datangnya dari syaitan, Malas juga sering datang dari hawa nafsu kita sehingga kita cinderung mengikutinya. Bahkan ada banyak sifat malas pada diri kita yang membuat kita enggan untuk melakukan sesuatu yang positif. Lalu, bisakah kita menghilangkan rasa malas tersebut? Berikut adalah tips menghilangkan rasa malas dalam diri kita:

1. Meminta tolong kepada Allah Taa'ala
Contohnya kalau kita terjebak di dalam sifat malas maka, lakukanlah shalat dan meminta tolong kepada Allah Taa'ala.

2. Tanamkan Niat
Niat adalah suatu keinginan dalam hati untuk melakukan suatu tindakan. Misalnya sebelum melakukan sesuatu hal yang baik tanamkan niat hanya untuk Allah, jadi kita harus tanamkan niat agar terhindar dari sifat malas.

3. Berikan motivasi pada diri sendiri.
Motivasi adalah sebuah dorongan agar melakukan hal-hal yang positif. Melalui memotivasi diri sendiri kita bisa membenteng diri kita agar tidak terjerumus kedalam sifat malas.

Itulah beberapa tips menghilangkan sifat malas, semoga bermanfaat bagi kita semua. Silakan diamalkan insya Allah kita semua menjadi orang yang sukses kelak.

...

Senin, 20 Januari 2020

PROFIL KEPALA SMK BANGUN BANGSA MANDIRI KANDANGHAUR




Hasan Haririe, S. Pd. I., kepala SMK Bangun Bangsa Mandiri Kandanghaur yang kerap disapa Pak Hasan. Beliau terlahir dari keluarga petani sederhana disebuah desa wilayah Indramayu bagian barat pada 18 Oktober 1981 tepat di Desa Wirakanan Kec. Kandanghaur Kab. Indramayu. Beliau adalah anak tertua pertama laki-laki dari ketiga adik perempuannya. Sejak kecil, beliau dididik oleh orang tuanya untuk selalu bersikap adil dan sabar kepada adik-adiknya. Dari latar belakang keluarga yang seperti itu membuat  jiwa pemimpin muncul sejak beliau masih kecil.

Beliau memulai pendidikannya di sekolah dasar MI PUI Kemped pada tahun 1987 dan lulus tahun 1993. Lalu melanjutkan sekolah ke MTS Al-Mukhlashun Wirakanan pada tahun 1993 sampai dengan tahun 1996. Kemudian beliau memutuskan untuk tidak melanjutkan sekolahnya dan memilih pondok pesantren Cadang Pinggan di daerah Kertasemaya  untuk memperdalami ilmu agamanya. Namun, semua dilakukan hanya dalam kurun waktu satu tahun, setelah itu beliau memutuskan untuk melanjutkan sekolah pendidikan menengahnya pada tempat yang sama selama tiga tahun, dari tahun 1997 sampai dengan tahun 2000, di MAI YAPIN Kertasemaya. Setelah lulus, beliau tidak langsung keluar dari pondok pesantren namun tetap melanjutkan kegiatan mengajinya kembali hingga satu tahu di pondok pesantren Cirebon juga diajarkan dasar-dasar komputer di kampus EL-Rahma Cirebon.

Pada tahun 2001 sampai tahun 2004, beliau sudah mulai mengajar di Madrasah Diniyah Awaliyah, di Madrasah Tsanawiyah dan di masjid terdekat untuk mengajar mengaji. Belum cukup dengan pengalamannya, beliau memutuskan untuk merantau ke kota di daerah Jakarta dan melanjutkan pedidikan tingginya di STAI AL-Hikmah Jakarta pada tahun 2005 dan mendapatkan gelar Sarjana Pendidikan Agama Islam di tahun 2009.

Setelah mendapat gelar sarjananya, beliau kembali ke tanah kelahiran dan ditunjuk oleh Ketua Yayasan, Drs., Moh. Amin M.Ag. untuk menjadi Kepala SMK Bangun Bangsa Mandiri yang ketiga setelah  Bpk. Nasrul Ngarif, S. Pd. I yang saat itu masih berdomisili di daerah Gabus Wetan. SMK Bangun Bangsa Mandiri, pada masa itu masih memiliki satu jurusan yaitu Teknik Komputer dan Jaringan dan memiliki 3 ruang belajar dengan jumlah siswa kurang dari 100 siswa. Tenaga Pendidik dan Kependidikan sekitar 20 orang.

Seperti orang baru pada umumnya, yang beliau lakukan ketika pertama kali menjabat sebagai kepala sekolah adalah memperkenalkan dirinya kepada warga sekolah dan berusaha untuk beradaptasi dengan lingkungan baru yang ia pimpin. Sebagai pemimpin yang berkeinginan dan memiliki kewajiban agar sekolah yang ia pimpin maju, beliau membuat dan menyiapkan beberapa perubahan untuk SMK Bangun Bangsa Mandiri, diantaranya membuat visi misi dan slogan yang sekarang dikenal oleh khalayak umum yaitu, ‘’Memutus Garis Kemiskinan, Mengawal Potensi Anak Bangsa’’.

’Tugas seorang pemimpin tidak hanya mengatur saja, namun juga membimbing murid-murid agar lebih baik dan bermoral, apalagi soal agamisnya.” Tutur Pak Hasan saat diwawancarai. ‘’Saya selalu memantau mereka yang tidak disiplin dan sulit diatur agar membuat perubahan dari dirinya sendiri.’’ Lanjut beliau kemudian.






Beliau berpendapat bahwa menjadi kepala sekolah itu harus memiliki karakter jujur dan terbuka. Mampu menciptakan lingkungan kerja yang nyaman dalam artian bisa menjadi solusi bagi dirinya sendiri, guru dan peserta didik. Kepala sekolah juga tidak boleh otoriter, harus mau menerima kritik dan mempertimbangkan pendapat orang lain dalam mengambil keputusan. Kepala sekolah juga harus adil dan mampu mencegah tumbuhnya benih-benih perselihan antar guru dan menjaga solidaritas personil serta supel dan rendah hati. Kepala sekolah harus bisa bergaul dengan semua kalangan, baik dengan para pejabat maupun masyarakat awam, karena menurut beliau jabatan itu amanah yang harus dipertanggungjawabkan bukan sesuatu yang pantas dibanggakan.

Berkat kegigihan dan keuletan beliau, selama sembilan tahun memimpin, SMK Bangun Bangsa Mandiri yang sekarang berdomisili tetap di Desa Wirakanan Kec. Kandanghaur Kab. Indramayu sudah bisa menampung jumlah siswa yang lebih banyak dengan jumlah siswa lebih dari seratus siswa setiap tahunnya.

Terima kasih Pak Hasan, sekarang SMK Bangun Bangsa Mandiri sudah maju.